Feature di Sekitar Kita: Pengertian, Ciri, dan Contoh

Ketika membaca berita di media, tidak semua tulisan hadir untuk menyampaikan informasi secara cepat. Ada tulisan yang mengajak pembaca berhenti sejenak, melihat sebuah peristiwa dari sisi manusia, serta memahami cerita di balik fakta. Misalnya, kisah pedagang yang tetap berjualan sejak pagi, kehidupan komunitas di tengah perubahan kota, atau pengalaman seseorang menghadapi persoalan sosial.

Cerita semacam itu dapat ditemukan dalam feature di sekitar kita. Peristiwa yang tampak sederhana dapat menjadi tulisan jurnalistik yang menarik apabila penulis mampu menemukan sudut pandang, menggali informasi, dan menyajikannya dengan gaya bercerita yang kuat. Karena itu, kemampuan menulis feature penting bagi mahasiswa jurnalistik, calon jurnalis, penulis media, maupun siapa saja yang ingin mengembangkan kemampuan menulis.

Artikel ini membahas pengertian feature, ciri-ciri feature, jenis-jenis feature, unsur yang membuat sebuah tulisan menarik, contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, serta cara menyusun artikel feature secara lebih terarah.

Apa Itu Feature?

Feature adalah tulisan jurnalistik yang mengolah fakta dan informasi melalui pendekatan naratif sehingga sebuah peristiwa, tokoh, tempat, atau persoalan dapat disajikan secara lebih mendalam dan menarik bagi pembaca. Berbeda dari berita langsung yang mengutamakan penyampaian informasi secara ringkas, feature memberikan ruang lebih luas untuk menggambarkan suasana, pengalaman manusia, konteks, dan detail yang relevan.

Istilah feature dalam jurnalistik berkaitan dengan tulisan yang memiliki kekhasan penyajian dan tidak semata-mata mengikuti pola berita langsung. Meskipun menggunakan gaya bercerita, feature tetap harus berlandaskan fakta, hasil peliputan, dan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

📝 Prinsip Penting Feature

Feature dapat disampaikan dengan gaya naratif dan menarik, tetapi kreativitas dalam bercerita tetap harus berada dalam batas-batas jurnalistik. Fakta, hasil peliputan, dan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan tetap menjadi dasar utama.

Feature di Sekitar Kita dalam Kehidupan Sehari-hari

Banyak orang mengira bahwa feature hanya dapat dibuat dari peristiwa besar atau tokoh terkenal. Padahal, feature di sekitar kita justru dapat ditemukan dari berbagai kehidupan sehari-hari.

Kegiatan seorang pedagang di pasar, misalnya, dapat menjadi bahan feature apabila penulis tidak hanya mencatat harga barang dan waktu berjualan. Penulis dapat menggali perjalanan hidup pedagang tersebut, perubahan kondisi pasar, hubungan dengan pelanggan, serta alasan yang membuatnya tetap bertahan.

Hal serupa berlaku pada lingkungan pendidikan. Kehidupan seorang guru yang mengajar di wilayah dengan keterbatasan fasilitas, aktivitas siswa dalam komunitas sekolah, atau perubahan kebiasaan belajar akibat teknologi dapat menjadi bahan artikel feature.

Kuncinya terletak pada sudut pandang. Peristiwa sederhana dapat menjadi cerita yang kuat apabila penulis menemukan sisi manusiawi, persoalan, pengalaman, atau konteks yang layak diketahui pembaca.

Ciri-Ciri Feature dalam Jurnalistik

Memahami ciri-ciri feature membantu penulis membedakan feature dari bentuk tulisan jurnalistik lainnya. Feature tetap mengutamakan fakta, tetapi cara menyampaikan fakta tersebut memiliki karakter yang lebih naratif.

📌 Mengutamakan Fakta

Feature bukan karya fiksi. Setiap informasi yang disampaikan harus berasal dari fakta yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumen, atau sumber lain yang relevan.

Gaya bahasa yang menarik tidak boleh menjadi alasan untuk menambahkan kejadian, dialog, atau detail yang sebenarnya tidak terjadi.

🎯 Sudut Pandang yang Jelas

Satu peristiwa dapat menghasilkan berbagai feature karena penulis dapat memilih sudut pandang yang berbeda.

Sudut pandang membantu tulisan memiliki fokus sehingga feature tidak berkembang menjadi kumpulan informasi yang panjang tetapi tidak memiliki arah.

❤️ Human Interest

Feature sering menarik perhatian karena menghadirkan pengalaman manusia. Pembaca tidak hanya mengetahui apa yang terjadi, tetapi juga memahami bagaimana sebuah peristiwa memengaruhi kehidupan seseorang atau kelompok.

📖 Gaya Naratif

Deskripsi suasana, detail yang relevan, kutipan narasumber, dan urutan peristiwa dapat digunakan untuk membuat pembaca lebih dekat dengan cerita.

Namun, gaya naratif tidak berarti penulis bebas mengarang. Semua unsur tetap harus memiliki dasar faktual.

🔎 Konteks yang Mendalam

Feature dapat menjelaskan latar belakang, pengalaman tokoh, dampak, serta konteks yang membuat suatu peristiwa penting.

Jenis-Jenis Feature yang Perlu Dipahami

Dalam praktik jurnalistik, terdapat berbagai bentuk feature. Pengelompokan dapat berbeda bergantung pada pendekatan media atau literatur jurnalistik yang digunakan. Beberapa bentuk yang umum dijumpai antara lain sebagai berikut.

👤 Feature Tokoh

Feature tokoh berfokus pada kehidupan, pengalaman, pemikiran, atau perjalanan seseorang. Tokoh tidak harus berasal dari kalangan terkenal. Orang biasa dengan pengalaman yang menarik juga dapat menjadi subjek tulisan.

🧳 Feature Perjalanan

Feature perjalanan mengangkat pengalaman mengenai suatu tempat. Tulisan dapat menggambarkan suasana, kebiasaan masyarakat, lingkungan, sejarah, maupun pengalaman tertentu selama perjalanan.

❤️ Feature Human Interest

Feature human interest menempatkan pengalaman manusia sebagai pusat cerita. Konflik, perjuangan, perubahan kehidupan, atau pengalaman unik dapat menjadi pintu masuk tulisan.

🏛️ Feature Sejarah atau Budaya

Jenis ini mengangkat sejarah, tradisi, peninggalan, atau kebiasaan masyarakat dengan pendekatan jurnalistik yang lebih naratif.

🔬 Feature Ilmiah atau Edukatif

Feature ilmiah mengolah topik pengetahuan atau hasil penelitian menjadi tulisan yang lebih mudah dipahami masyarakat umum tanpa mengubah makna ilmiahnya.

Struktur Artikel Feature

Tidak semua media menggunakan struktur feature yang persis sama. Namun, sebuah artikel feature umumnya membutuhkan pembukaan yang menarik, pengembangan cerita yang terarah, dan penutup yang memberikan kesan atau pemahaman tertentu kepada pembaca.

1
Lead atau Pembuka

Bagian pembuka berfungsi menarik perhatian pembaca sekaligus memperkenalkan cerita. Lead dapat berupa adegan, gambaran suasana, fakta menarik, pertanyaan, atau potongan pengalaman tokoh.

2
Tubuh Tulisan

Bagian tubuh mengembangkan cerita melalui fakta, wawancara, observasi, deskripsi, data, dan konteks. Setiap informasi perlu ditempatkan secara logis agar pembaca dapat mengikuti perkembangan cerita.

3
Penutup

Penutup feature dapat mengakhiri cerita dengan kembali pada tokoh, suasana, fakta penting, atau gagasan yang telah dibangun sejak awal. Penutup yang baik memberikan rasa selesai tanpa harus menjelaskan kembali seluruh isi tulisan.

Bagaimana Menemukan Ide Feature di Sekitar Kita?

Ide feature sebenarnya sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Persoalannya bukan kekurangan bahan, melainkan kemampuan melihat sesuatu yang menarik di balik rutinitas.

Misalnya, perjalanan rutin menggunakan transportasi umum dapat menjadi bahan feature tentang kehidupan pengemudi atau penumpang. Kegiatan di kampus dapat berkembang menjadi cerita mengenai mahasiswa yang menjalankan aktivitas akademik sekaligus bekerja. Lingkungan pasar dapat menjadi pintu masuk untuk membahas perubahan pola perdagangan dan kehidupan pedagang.

Penulis dapat memulai dengan mengamati sesuatu yang berbeda, bertanya kepada orang-orang yang terlibat, kemudian mencari konteks yang lebih luas. Dari proses tersebut, sebuah kejadian biasa dapat berkembang menjadi contoh tulisan feature yang memiliki nilai informasi dan human interest.

💡 Ingat

Feature tidak selalu membutuhkan peristiwa spektakuler. Orang, tempat, kebiasaan, dan perubahan kecil di sekitar dapat menjadi bahan tulisan selama memiliki cerita dan sudut pandang yang menarik.

Contoh Tulisan Feature Sederhana

Sebagai ilustrasi, seorang mahasiswa menemukan seorang penjaga perpustakaan kampus yang telah bekerja selama bertahun-tahun. Daripada menulis berita sederhana bahwa perpustakaan buka setiap hari, mahasiswa tersebut dapat mengembangkan feature tentang rutinitas penjaga perpustakaan, interaksinya dengan mahasiswa, perubahan kebiasaan membaca, serta pandangannya terhadap perkembangan perpustakaan digital.

Pembuka tulisan dapat dimulai dari suasana perpustakaan ketika pagi hari. Setelah itu, penulis memperkenalkan tokoh melalui aktivitasnya, memasukkan hasil wawancara, memberikan konteks mengenai perubahan perilaku membaca, lalu menutup tulisan dengan refleksi atau adegan yang kembali menghubungkan pembaca dengan tokoh.

Contoh tersebut menunjukkan bahwa feature di sekitar kita dapat muncul dari orang, tempat, kebiasaan, dan perubahan kecil yang memiliki cerita di baliknya.

Mengapa Feature di Sekitar Kita Penting?

Mempelajari feature membantu mahasiswa dan calon jurnalis mengembangkan kemampuan melihat fakta dari berbagai sudut. Kemampuan tersebut penting karena jurnalisme tidak hanya membutuhkan kecepatan menyampaikan informasi, tetapi juga kemampuan memberikan konteks dan menghadirkan pengalaman manusia secara bertanggung jawab.

Bagi mahasiswa ilmu komunikasi dan jurnalistik, latihan membuat feature dapat memperkuat keterampilan observasi, wawancara, riset, penulisan naratif, dan penyusunan sudut pandang. Keterampilan tersebut dapat digunakan dalam berbagai bentuk pekerjaan media, termasuk media cetak, portal berita, majalah, dan media digital.

Bagi penulis dan praktisi media, feature juga memberikan ruang untuk mengembangkan cerita yang lebih mendalam. Sementara bagi pembaca, tulisan feature dapat membantu memahami suatu persoalan melalui pengalaman manusia yang konkret.

Tips Menulis Feature yang Menarik

Menulis feature dapat dimulai dengan memilih topik yang benar-benar memiliki cerita. Setelah itu, tentukan sudut pandang agar tulisan tidak melebar ke terlalu banyak persoalan.

1
Pilih Topik yang Memiliki Cerita

Pilih persoalan, tokoh, tempat, kebiasaan, atau peristiwa yang memiliki nilai informasi dan human interest.

2
Lakukan Observasi

Perhatikan suasana, aktivitas, lingkungan, dan detail yang relevan. Observasi membantu penulis mendapatkan gambaran yang lebih konkret.

3
Lakukan Wawancara

Wawancarai tokoh utama serta sumber lain yang dapat memberikan konteks berbeda terhadap cerita.

4
Susun Alur yang Mudah Diikuti

Susun informasi berdasarkan alur yang logis. Gunakan bahasa yang hidup, tetapi tetap akurat dan tidak berlebihan.

5
Periksa Fakta Sebelum Publikasi

Pastikan nama, tempat, waktu, kutipan, angka, dan fakta lainnya sesuai dengan hasil peliputan.

📚 Referensi Bacaan Lanjutan

FEATURE DI SEKITAR KITA

Bagi mahasiswa jurnalistik, mahasiswa ilmu komunikasi, calon jurnalis, maupun penulis yang ingin berlatih menemukan cerita dari lingkungan sekitar, buku khusus mengenai feature dapat menjadi pendamping pembelajaran.

Buku ini relevan untuk memahami bagaimana fenomena sehari-hari dapat dikembangkan menjadi tulisan jurnalistik serta melihat potensi cerita dari lingkungan sekitar.

🛒 Lihat & Beli Buku di Shopee

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan (FAQ)

Apakah feature termasuk karya jurnalistik?

Ya. Feature merupakan salah satu bentuk tulisan jurnalistik yang menggunakan fakta sebagai dasar penulisan. Perbedaannya terletak pada cara penyajian yang lebih naratif dan mendalam dibandingkan berita langsung.

Apakah feature harus membahas tokoh terkenal?

Tidak. Tokoh biasa dapat menjadi subjek feature selama memiliki pengalaman, perspektif, atau cerita yang menarik dan relevan bagi pembaca. Kehidupan sehari-hari sering menyediakan banyak bahan untuk tulisan feature.

Apa perbedaan feature dengan berita?

Berita langsung umumnya mengutamakan penyampaian informasi penting secara cepat dan ringkas. Feature memberikan ruang lebih besar untuk narasi, deskripsi, konteks, dan pengalaman manusia tanpa meninggalkan prinsip faktual.

Bagaimana cara mendapatkan ide feature?

Ide dapat diperoleh melalui pengamatan terhadap orang, tempat, kebiasaan, peristiwa, atau perubahan yang terjadi di sekitar. Setelah menemukan hal yang menarik, penulis perlu menentukan sudut pandang dan melakukan riset untuk mengembangkan ceritanya.

Apakah feature boleh menggunakan bahasa yang lebih santai?

Feature dapat menggunakan gaya bahasa yang lebih luwes dan naratif selama sesuai dengan karakter media dan tetap jelas bagi pembaca. Keluwesan bahasa tidak berarti mengabaikan akurasi atau kaidah jurnalistik.

Apa yang harus diperhatikan saat menulis feature?

Penulis perlu memperhatikan fakta, sudut pandang, narasumber, alur cerita, deskripsi, dan konteks. Selain itu, setiap detail yang digunakan harus dapat dipertanggungjawabkan agar tulisan tetap memenuhi prinsip jurnalistik.

SHARE THIS :