Description
Tim Penulis: Putri Khoirina Nuzullah, dkk
viii + 130.
14,8 x 21
Di tengah dunia yang bergerak cepat, mahasiswa tidak lagi hanya menjadi penonton zaman. Mereka hidup di antara tekanan akademik, krisis mental, ketimpangan pendidikan, budaya organisasi yang kehilangan arah, hingga realitas sosial yang semakin kompleks. Dari ruang-ruang kegelisahan itulah lahir berbagai refleksi kritis yang terangkum dalam antologi ini.
Critical Youth: Membaca Ulang Zaman Melalui Perspektif Mahasiswa menghadirkan kumpulan esai yang merekam cara generasi muda memandang realitas di sekitarnya. Buku ini tidak sekadar berisi opini, tetapi juga pembacaan mendalam terhadap berbagai fenomena sosial, pendidikan, kesehatan mental, kemiskinan struktural, serta dinamika kehidupan mahasiswa di era modern.
Melalui sudut pandang yang reflektif, argumentatif, dan dekat dengan pengalaman nyata, para penulis mencoba mempertanyakan hal-hal yang selama ini dianggap biasa: apakah self-healing benar-benar pemulihan atau justru bentuk penghindaran diri? Apakah pendidikan tinggi masih menjadi jalan mobilitas sosial? Mengapa organisasi mahasiswa sering kehilangan arah? Dan bagaimana sistem sosial perlahan membentuk tekanan yang dinormalisasi?
Antologi ini menjadi ruang bagi suara-suara muda yang tidak ingin sekadar mengikuti arus zaman, tetapi juga berusaha memahami, mengkritisi, dan mencari makna di baliknya. Buku ini mengajak pembaca untuk melihat bahwa kegelisahan mahasiswa bukan sekadar keluhan personal, melainkan cerminan dari persoalan sosial yang lebih luas.
Lebih dari sekadar kumpulan tulisan, buku ini adalah dokumentasi keresahan, refleksi, dan keberanian generasi muda dalam membaca ulang zaman mereka sendiri.










