Description
Penulis: Dr. Iyad Suryadi.,S.Ag.,M.M., dkk
viii + 162.
14,8 x 21
Buku ini membedah secara mendalam bahwa nalar kritis dan akhlak mulia bukanlah dua kutub yang terpisah, melainkan sebuah kesatuan yang saling menguatkan. Melalui pendekatan epistemologis, penulis menjelaskan bahwa ungkapan Qur’ani seperti afalā ta’qilūn (apakah kamu tidak berpikir) merupakan mandat Ilahi bagi manusia untuk menggunakan rasio sebagai alat membaca tanda-tanda kebenaran Allah—baik yang tertulis dalam wahyu (Ayat Qawliyah) maupun yang terbentang di alam semesta (Ayat Kawniyah). Buku ini menyimpulkan bahwa visi akhir pendidikan Qur’ani adalah pengejawantahan konsep Al-Insān al-Kāmil—manusia paripurna yang memiliki keseimbangan antara ketajaman berpikir dan kemurnian kalbu. Inilah peta jalan menuju Aqwamit Ṭarīq (jalan yang paling lurus), di mana ilmu pengetahuan menyatu dengan iman, dan iman mewujud dalam amal nyata.










