Description
Penulis:
Dr. Azrai Harahap, M.A
Prof. Dr. Ahmad Tamrin Sikumbang, M.A
Dr. Elfiyanti Ritonga, M.A
viii + 206.
15,5 x 23
Di tengah potensi zakat nasional yang menembus angka Rp327 triliun per tahun, sebuah ironi besar masih membayangi dunia filantropi Islam Indonesia . Realisasi pengumpulan dana umat oleh lembaga resmi nyatanya masih jauh dari angka ideal tersebut. Di Sumatera Utara sendiri, jurang pemisah (gap) antara potensi dan realisasi menyisakan ruang kosong hampir 30 persen yang belum terisi. Pertanyaan mendasarnya bukan lagi tentang pemahaman umat akan kewajiban berzakat, melainkan sebuah isu krusial yang menjadi fondasi utama: Soal Kepercayaan (Public Trust) . Mengapa para muzakki (pembayar zakat) cenderung memilih menyalurkan zakatnya secara langsung dibandingkan melalui lembaga formal? Mengapa erosi kepercayaan melanda lembaga filantropi Islam, dan model komunikasi seperti apa yang mampu menjembatani jurang keraguan tersebut?. Buku ini lahir sebagai jawaban atas kegelisahan intelektual dan spiritual tersebut. Mengambil lokus pada dinamika nyata BAZNAS Provinsi Sumatera Utara, buku ini mengonstruksi sebuah terobosan baru bernama Islamic Integrative Communication Model (IICM). Model ini bukanlah teori menara gading yang kaku, melainkan sebuah formula organik yang lahir dari data lapangan, wawancara mendalam, dan refleksi atas tantangan nyata era disrupsi digital dan Society 5.0.










