Description
Penulis: Dr. Panji Suwarno, S.E., M.Si., CIQnR
viii + 348.
14,8 x 21
Di tengah gelombang perubahan global yang ditandai dengan krisis iklim, digitalisasi cepat, dan pergeseran ekonomi menuju kreativitas dan keberlanjutan, Indonesia memiliki satu kekuatan strategis yang belum tergarap maksimal: laut. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki kekayaan bahari yang tidak hanya menyimpan potensi ekonomi luar biasa, tetapi juga menjadi sumber inspirasi, budaya, dan inovasi. Buku ini hadir untuk mengajak pembaca melihat laut bukan sekadar sebagai sumber daya alam, tetapi sebagai ruang kreasi ekonomi kreatif yang menjanjikan masa depan baru bagi Indonesia.
Berjudul “Inovasi dan Peluang Pasar Ekonomi Kreatif Berbasis Maritim”, buku ini menyajikan wawasan menyeluruh tentang bagaimana sektor kelautan dapat diolah dengan pendekatan kreatif untuk menciptakan nilai tambah yang berdaya saing tinggi. Lewat perpaduan antara kearifan lokal, teknologi modern, dan semangat kewirausahaan, ekonomi kreatif maritim dipetakan sebagai kekuatan baru yang inklusif, berkelanjutan, dan siap bersaing di panggung global.
Buku ini terdiri dari sepuluh bab yang saling terhubung dan disusun secara sistematis. Dimulai dari pemahaman dasar tentang apa itu ekonomi kreatif maritim, bab pertama menyoroti konteks sosial, budaya, dan kebijakan yang melatarbelakangi urgensi pengembangannya. Indonesia bukan hanya diberkahi garis pantai yang panjang, tetapi juga memiliki warisan budaya pesisir yang kaya—modal penting dalam membentuk produk dan cerita kreatif yang kuat.
Bab selanjutnya membawa pembaca menjelajahi beragam subsektor ekonomi kreatif yang bisa tumbuh dari laut. Dari kuliner khas pesisir, wastra laut, kriya berbasis material alam laut, hingga pariwisata bahari dan seni pertunjukan bertema maritim—semua menjadi ladang kreativitas yang potensial. Bahkan produk digital seperti game bertema maritim, augmented reality wisata laut, hingga aplikasi perdagangan ikan pun masuk dalam cakupan ini. Di sini, laut menjadi ladang ide, bukan hanya ladang eksploitasi.
Inovasi teknologi menjadi sorotan utama dalam bab ketiga. Teknologi seperti Internet of Things, blockchain, dan kecerdasan buatan (AI) mulai digunakan untuk meningkatkan nilai tambah dan efisiensi industri kreatif maritim. Buku ini membahas bagaimana teknologi tidak menghilangkan nilai lokal, tetapi justru memperkuatnya agar bisa menjangkau pasar yang lebih luas.
Dalam bab keempat, pembaca diajak memahami model bisnis dan strategi kewirausahaan yang sesuai dengan karakteristik wilayah pesisir. Ada pembahasan tentang kanvas bisnis, strategi branding produk maritim, cara membangun kemitraan dengan sektor pariwisata, serta akses terhadap pembiayaan dan perlindungan hukum bagi produk-produk kreatif.
Keunggulan geografis Indonesia dibahas dalam bab kelima, dengan peta potensi wilayah unggulan maritim dari barat hingga timur. Contoh-contoh nyata kampung kreatif maritim menjadi inspirasi bagaimana pengembangan berbasis komunitas bisa mengangkat ekonomi lokal.
Strategi pemasaran yang efektif, baik secara digital maupun konvensional, menjadi isi bab keenam. Bagaimana mendesain kemasan produk laut yang memikat? Bagaimana mengangkat cerita lokal menjadi kekuatan promosi? Apa peran influencer dan festival kreatif dalam meningkatkan daya tarik produk pesisir? Semua dibahas dengan pendekatan aplikatif.
Komunitas menjadi jiwa ekonomi kreatif, dan bab ketujuh menunjukkan peran penting masyarakat pesisir, nelayan, perempuan, dan generasi muda dalam menciptakan ekosistem inovatif. Inklusi sosial juga mendapat tempat: kelompok disabilitas, komunitas adat, dan mereka yang termarginalkan dilibatkan dalam proses kreasi dan pemberdayaan.
Tak kalah penting, dukungan dari pemerintah dan kebijakan publik dikupas dalam bab kedelapan. Dari regulasi, insentif, hingga program desa wisata maritim dan perlindungan kekayaan intelektual, buku ini menawarkan panduan konkret agar inovasi yang tumbuh tidak berjalan sendiri, tetapi mendapat payung hukum dan dukungan kelembagaan.
Namun, setiap peluang tentu datang bersama tantangan. Bab sembilan membahas hambatan yang sering dihadapi seperti kerusakan lingkungan, infrastruktur yang belum merata, serta minimnya literasi digital di kalangan pelaku lokal. Buku ini tidak berhenti pada diagnosis masalah, tetapi juga menyodorkan solusi dan strategi kolaboratif yang bisa dijalankan bersama.
Bab terakhir menutup dengan visi besar masa depan: menjadikan Indonesia sebagai pemimpin global dalam ekonomi kreatif maritim. Dengan pendekatan riset, digitalisasi, pendidikan maritim, dan roadmap nasional yang jelas, buku ini meyakinkan pembaca bahwa laut adalah masa depan, dan kreativitas adalah mesin penggeraknya.
“Inovasi dan Peluang Pasar Ekonomi Kreatif Berbasis Maritim” adalah peta jalan menuju kebangkitan ekonomi dari laut. Buku ini wajib dibaca oleh akademisi, praktisi, pelaku usaha, pembuat kebijakan, dan semua pihak yang percaya bahwa masa depan Indonesia dimulai dari pantai-pantainya dengan ide, inovasi, dan semangat kolaborasi.










