Description
Tim Penulis: Silvi Istiqomah, dkk
viii + 290.
14,8 x 21
Di era bisnis modern yang ditandai oleh tantangan lingkungan, sosial, dan ekonomi yang kompleks, konsep Sustainable Supply Chain (rantai pasok berkelanjutan) dan Ekonomi Sirkular muncul sebagai strategi kunci untuk menciptakan nilai jangka panjang. Rantai pasok berkelanjutan menekankan pentingnya integrasi aspek lingkungan dan sosial ke dalam seluruh proses rantai pasok — mulai dari pengadaan bahan baku, produksi, distribusi, hingga daur ulang. Tujuannya adalah untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan sekaligus meningkatkan efisiensi dan reputasi perusahaan.
Sementara itu, ekonomi sirkular menawarkan pendekatan yang berbeda dari model ekonomi linear tradisional (take-make-dispose). Dalam ekonomi sirkular, sumber daya digunakan secara optimal melalui prinsip reduce, reuse, recycle, serta perpanjangan siklus hidup produk. Hal ini tidak hanya mengurangi limbah dan konsumsi sumber daya alam, tetapi juga menciptakan peluang inovasi baru, efisiensi biaya, dan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan.
Penerapan kedua konsep ini menuntut kolaborasi lintas pemangku kepentingan — mulai dari produsen, konsumen, pemerintah, hingga komunitas lokal. Teknologi digital seperti blockchain, IoT, dan big data juga memainkan peran penting dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam rantai pasok berkelanjutan.










