Description
Penulis: Aisah, dkk
x + 126.
15,5 x 23
Ekonomi produksi pertanian merupakan cabang ilmu ekonomi yang mempelajari bagaimana sumber daya pertanian—seperti lahan, tenaga kerja, modal, dan teknologi—dikelola secara efisien untuk menghasilkan output maksimal dalam kegiatan usaha tani. Kajian ini menitikberatkan pada hubungan antara input dan output produksi, serta bagaimana petani atau pelaku agribisnis dapat mengambil keputusan yang rasional guna mencapai keuntungan optimal dengan tetap memperhatikan keberlanjutan sumber daya alam.
Dalam konteks ekonomi pertanian, teori produksi digunakan untuk menganalisis fungsi produksi, yaitu hubungan teknis antara faktor-faktor produksi dan hasil yang diperoleh. Melalui analisis ini, dapat ditentukan kombinasi input yang paling efisien serta tingkat skala produksi yang menguntungkan. Selain itu, aspek biaya produksi, pendapatan, dan efisiensi ekonomi menjadi fokus utama dalam menentukan strategi peningkatan produktivitas sektor pertanian.
Perkembangan teknologi pertanian juga menjadi faktor penting dalam meningkatkan efisiensi dan daya saing produk pertanian. Inovasi seperti mekanisasi, penggunaan benih unggul, pupuk modern, dan digitalisasi pertanian telah berkontribusi besar terhadap peningkatan hasil dan pengurangan risiko produksi. Namun, tantangan seperti perubahan iklim, fluktuasi harga komoditas, serta keterbatasan akses modal masih menjadi hambatan dalam optimalisasi produksi.










