Description
Tim Penulis: Ray March Syahadat, dkk
vi + 222.
14,8 x 21
Komunikasi pariwisata merupakan proses penyampaian informasi, pesan, dan citra mengenai destinasi kepada berbagai pihak—wisatawan, masyarakat lokal, pelaku industri, hingga pemerintah—dengan tujuan membangun pemahaman, ketertarikan, serta pengalaman positif dalam kegiatan wisata. Dalam era globalisasi dan teknologi digital, komunikasi pariwisata berperan strategis sebagai jembatan antara potensi daerah dan kebutuhan wisatawan yang semakin beragam. Melalui strategi komunikasi yang efektif, sebuah destinasi mampu menonjolkan karakter, budaya, keunikan alam, serta nilai-nilai yang menjadi daya tarik utama.
Komunikasi pariwisata tidak hanya berfokus pada promosi, tetapi juga mencakup upaya edukasi, pelestarian budaya, dan pembentukan citra yang berkelanjutan. Media massa, jejaring sosial, kampanye digital, serta storytelling menjadi alat penting untuk menanamkan kesan mendalam tentang suatu destinasi. Narasi yang menarik mampu memengaruhi persepsi wisatawan, menciptakan rasa ingin tahu, serta membangun hubungan emosional yang mendorong kunjungan. Di sisi lain, komunikasi interpersonal—melalui pemandu wisata, masyarakat lokal, atau interaksi langsung—membantu memperkuat pengalaman wisatawan dengan memberikan sentuhan autentik.
Dalam implementasinya, komunikasi pariwisata menuntut adanya kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan industri pariwisata agar pesan yang disampaikan tetap konsisten dan sejalan dengan prinsip keberlanjutan. Pengelolaan informasi harus dilakukan secara etis dan bertanggung jawab, tidak berlebihan, serta transparan untuk menghindari kesenjangan antara ekspektasi dan realitas di lapangan. Ketepatan informasi juga penting dalam mengatur arus wisatawan sehingga keseimbangan lingkungan dan sosial dapat terjaga.










