Description
Tim Penulis: Egidius Fkun, dkk
x + 270.
15,5 x 23
Buku Perbatasan NKRI–RDTL sebagai Laboratorium Governansi Transformatif mengajak pembaca memahami wilayah perbatasan tidak sekadar sebagai garis terluar kedaulatan negara, melainkan sebagai ruang strategis tempat bertemunya identitas nasional, dinamika global, dan praktik tata kelola pemerintahan yang nyata. Kawasan perbatasan Indonesia dan Republik Demokratik Timor Leste dipotret sebagai arena pembelajaran bersama tentang bagaimana negara hadir, diuji, dan dituntut untuk bertransformasi.
Melalui pembahasan yang sistematis, buku ini mengurai tantangan good governance di wilayah perbatasan, mulai dari kemiskinan ekstrem, keterbatasan aksesibilitas, hingga kompleksitas budaya politik masyarakat lokal. Perspektif lokal mendapat perhatian khusus melalui narasi suara perempuan, dinamika desa, serta relasi sosial yang membentuk praktik politik yang membumi. Perbatasan ditampilkan sebagai ruang hidup masyarakat dengan problem nyata, bukan sekadar objek kebijakan administratif.
Buku ini juga menelaah model pengelolaan keuangan daerah, kebijakan lintas batas, serta tantangan birokrasi di era digital. Fenomena pasar ilegal, perdagangan lintas batas, dan keberadaan perbatasan tak kasat mata dibahas secara kritis untuk menunjukkan celah sekaligus peluang reformasi kebijakan publik. Pendekatan collaborative governance ditawarkan sebagai jalan strategis untuk membangun sinergi antaraktor negara, masyarakat, dan sektor nonpemerintah.
Sebagai penutup, buku ini merefleksikan proses panjang menuju tata kelola perbatasan yang adil, inklusif, dan berkelanjutan. Perbatasan NKRI–RDTL diposisikan sebagai laboratorium governansi transformatif yang memberi pelajaran penting bagi pembangunan nasional, penguatan demokrasi lokal, serta perumusan kebijakan publik yang lebih berpihak pada manusia dan keadilan sosial.










