Description
Penulis: Sri Patmi, dkk
viii + 198.
14,8 x 21
Di tengah dunia yang bergerak secepat cahaya data dan sedingin logika algoritma, The Quantum Spycraft membawa pembaca masuk ke medan tempur baru bukan parit dan senapan, melainkan server, satelit, kecerdasan buatan, dan perang bayangan antar kekuatan global. Buku ini membedah bagaimana transformasi doktrin pertahanan dan keamanan nasional tidak lagi bisa bertumpu pada kekuatan konvensional semata, tetapi harus beradaptasi dengan realitas dunia multipolar yang cair, disruptif, dan penuh intrik intelijen.
Dengan gaya militer yang tegas namun dibungkus narasi milenial yang tajam dan relevan, buku ini mengungkap bagaimana negara-negara termasuk Indonesia bergeser dari doktrin pertahanan klasik menuju pendekatan berbasis teknologi tinggi, intelijen kuantum, dan dominasi informasi. Anggaran pertahanan, modernisasi alutsista, hingga investasi pada cyber warfare dan artificial intelligence bukan sekadar angka, melainkan sinyal strategis bahwa perang masa depan sudah dimulai tanpa dentuman meriam.
Buku ini mengajak pembaca memahami bagaimana spionase berevolusi: dari agen lapangan menjadi algoritma cerdas, dari sandi manual menjadi enkripsi kuantum, dari operasi rahasia menjadi perang pengaruh di ruang digital. Di sinilah doktrin pertahanan nasional diuji apakah mampu bertransformasi cepat, adaptif, dan presisi, atau tertinggal dalam permainan kekuatan global.
The Quantum Spycraft bukan hanya bacaan strategis bagi akademisi dan praktisi pertahanan, tetapi juga manifesto intelektual bagi generasi muda yang hidup di era hybrid war. Buku ini menegaskan satu pesan utama: siapa yang menguasai data, intelijen, dan teknologi kuantum, dialah yang mengendalikan masa depan keamanan nasional. Ini bukan fiksi. Ini peta jalan menuju medan perang abad ke-21.










