QUANTUM DEFENSE STRATEGI PERTAHANAN DI ERA TEKNOLOGI KUANTUM DAN AI

Rp79.800

Description

Penulis: Doddy Mulia Harahap, dkk

vi + 248.

15,5 x 23

Di tengah dunia yang berlari menuju era kecerdasan buatan dan komputasi kuantum, medan perang tak lagi hanya ditentukan oleh tank, kapal perang, atau jet tempur. Pertarungan kini berlangsung di ruang tak kasatmata: algoritma, data, dan kecepatan berpikir mesin. Quantum Defense membawa pembaca memasuki jantung revolusi pertahanan abad ke-21, ketika kekuatan negara ditentukan oleh siapa yang menguasai teknologi paling canggih dan paling mematikan secara strategis.
Buku ini bukan sekadar memaparkan teknologi kuantum dan AI, tetapi mengungkap bagaimana keduanya mengubah wajah peperangan, intelijen, dan kedaulatan nasional. Dari radar kuantum yang mampu menembus teknologi siluman, hingga kecerdasan buatan yang sanggup memprediksi ancaman sebelum musuh menyerang, pembaca diajak memahami bahwa masa depan pertahanan bukan lagi tentang jumlah pasukan, melainkan tentang siapa yang menguasai informasi dan waktu.
Dengan pendekatan sistem berpikir dan pemodelan dinamis, buku ini memetakan tantangan global, rivalitas kekuatan besar, dan peluang strategis bagi Indonesia dalam membangun pertahanan modern menuju Indonesia Emas 2045. Ancaman siber, perang hibrida, konflik maritim, hingga disinformasi digital dikaji sebagai satu kesatuan sistem yang saling terhubung. Di sinilah konsep Smart Defense tampil sebagai jawaban: pertahanan yang cerdas, adaptif, dan efisien di tengah keterbatasan sumber daya.
Lebih dari sekadar buku strategi, Quantum Defense adalah panggilan kesadaran. Ia menantang pembaca untuk melihat pertahanan bukan sebagai urusan militer semata, melainkan proyek peradaban yang melibatkan teknologi, kebijakan, industri, dan generasi muda. Buku ini mengajak Indonesia tidak sekadar menjadi penonton dalam perlombaan teknologi global, tetapi menjadi aktor yang menentukan arah masa depan keamanannya sendiri.
Jika Anda ingin memahami bagaimana perang masa depan akan dimenangkan tanpa satu peluru pun ditembakkan maka buku ini adalah peta jalan menuju medan tempur abad digital.