NAVIGASI KETIDAKPASTIAN DI SEKTOR PUBLIK: Orkestrasi Manajemen Risiko Pembangunan Nasional Integrasi Model Tiga Lini dan Rencana Strategis Penyelenggaraan Infrastruktur Negara

Rp64.800

Description

Penulis:
Ayu Purnamasari Asih, S.Psi., M.MT
Dr. Osly Usman, M.Bus Mgt., M.Bus Syst.
Dr. Mundiharno, M.Si., CSA, GRCP, GRCA

vi + 92.

15,5 x 23

Buku ini mengulas secara komprehensif pentingnya manajemen risiko sebagai fondasi utama dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan infrastruktur di era yang penuh ketidakpastian. Berangkat dari evaluasi kinerja organisasi, arah Rencana Strategis 2025–2029, hingga tantangan tata kelola sektor publik modern, buku ini menawarkan perspektif strategis mengenai bagaimana risiko tidak lagi dipandang sebagai ancaman semata, melainkan sebagai unsur yang harus dikelola secara sistematis untuk mendukung pencapaian tujuan pembangunan nasional.
Melalui pendekatan konseptual yang mengintegrasikan prinsip Governance, Risk, and Compliance (GRC), Enterprise Risk Management (ERM), serta Model Tiga Lini (Three Lines Model), pembaca diajak memahami hubungan antara tata kelola, pengendalian internal, akuntabilitas, dan pengambilan keputusan berbasis risiko. Pembahasan diperkuat dengan uraian mengenai peran berbagai aktor kelembagaan, mulai dari satuan kerja sebagai lini pertama, fungsi kepatuhan sebagai lini kedua, hingga inspektorat sebagai lini ketiga yang berperan sebagai mitra strategis dalam menciptakan tata kelola yang efektif dan berkelanjutan.
Buku ini mengangkat pentingnya integrasi data risiko, penguatan budaya sadar risiko berbasis nilai BerAKHLAK, serta pembangunan tingkat kematangan manajemen risiko sebagai prasyarat terwujudnya birokrasi yang adaptif dan tangguh. Dengan memadukan landasan teoritis, praktik kelembagaan, serta arah kebijakan pembangunan nasional, buku ini menjadi referensi yang relevan bagi akademisi, aparatur sipil negara, auditor internal pemerintah, praktisi tata kelola, maupun para pengambil kebijakan yang berkomitmen mewujudkan penyelenggaraan infrastruktur negara yang akuntabel, resilien, dan berorientasi pada visi Indonesia Emas 2045.