AI-AUGMENTED DIGITAL LEADERSHIP DALAM KEPEMIMPINAN ERA KECERDASAN BUATAN

Rp63.700

Description

Penulis: Agung Prih Handoyo, dkk

vi + 87.

15,5 x 23

Perkembangan artificial intelligence (AI) dan transformasi digital telah mengubah cara organisasi publik bekerja, mengambil keputusan, dan melayani masyarakat. Birokrasi modern tidak lagi hanya menghadapi tantangan administratif, tetapi juga menghadapi ledakan data, percepatan perubahan teknologi, meningkatnya ekspektasi publik, serta kompleksitas tata kelola pemerintahan di era digital.
Dalam situasi tersebut, model kepemimpinan tradisional yang hierarkis, prosedural, dan rigid mulai mengalami keterbatasan. Organisasi publik membutuhkan paradigma kepemimpinan baru yang tidak hanya mampu memanfaatkan teknologi digital, tetapi juga mampu menjaga nilai-nilai kemanusiaan, etika, dan pelayanan publik.
Buku AI-Augmented Digital Leadership dalam Kepemimpinan Era Kecerdasan Buatan menghadirkan perspektif baru mengenai bagaimana kepemimpinan masa depan dibangun melalui kolaborasi antara kecerdasan manusia dan artificial intelligence. Buku ini menegaskan bahwa AI bukan pengganti manusia, melainkan strategic enabler yang memperkuat kemampuan pemimpin dalam pengambilan keputusan, inovasi organisasi, transparansi pemerintahan, serta penciptaan nilai publik.
Melalui pendekatan konseptual, reflektif, dan kontekstual, buku ini membahas berbagai isu penting, mulai dari:
• transformasi paradigma kepemimpinan,
• digital leadership,
• budaya birokrasi digital,
• pengambilan keputusan berbasis AI,
• kecerdasan emosional pemimpin,
• etika dan tata kelola AI,
• transformasi SDM aparatur,
• hingga model ideal AI-Augmented Digital Leadership dalam birokrasi modern.

Buku ini juga memperkenalkan framework AI-Augmented Digital Leadership yang menempatkan:
• human-centered leadership,
• artificial intelligence capability,
• data-driven governance,
• ethical governance,
• adaptive digital culture,
• dan public value creation sebagai fondasi utama kepemimpinan publik masa depan.

Ditulis dengan memadukan perspektif akademik, transformasi digital, dan dinamika organisasi publik, buku ini tidak hanya membahas teknologi, tetapi juga mengajak pembaca memahami bahwa keberhasilan transformasi digital pemerintahan pada akhirnya ditentukan oleh kualitas kepemimpinan manusia itu sendiri.
Buku ini ditujukan bagi akademisi, mahasiswa, aparatur sipil negara, pemimpin organisasi, praktisi transformasi digital, serta seluruh pembaca yang tertarik memahami masa depan kepemimpinan di era artificial intelligence.
Pada akhirnya, buku ini membawa satu pesan utama kepemimpinan masa depan bukanlah kepemimpinan yang digantikan oleh artificial intelligence, melainkan kepemimpinan yang diperkuat oleh artificial intelligence secara etis, adaptif, dan humanis demi terciptanya nilai publik yang berkelanjutan.

.