AIR DALAM MEMORI BANGSA: DARI WILAYAH RAWAN BENCANA KE STRATEGI PERTAHANAN NEGARA

Rp73.400

Description

Penulis: Adam Mardamsyah

vi + 184.

15,5 x 23

Air dalam Memori Bangsa: Dari Wilayah Rawan Bencana ke Strategi Pertahanan Negara mengajak pembaca menelusuri satu elemen paling sederhana sekaligus paling menentukan dalam sejarah Indonesia: air. Ia bukan sekadar sumber kehidupan, tetapi saksi bisu penderitaan, ketahanan, dan kebangkitan bangsa. Di negeri yang dikepung banjir, kekeringan, tsunami, dan longsor, air menjadi garis batas antara harapan dan kehancuran.
Buku ini membuka kesadaran bahwa bencana air bukan hanya tragedi alam, melainkan ujian bagi kehadiran negara. Ketika sumur mengering dan sungai tercemar, yang runtuh bukan hanya infrastruktur, tetapi rasa aman rakyat. Dari Aceh hingga Sumatra Utara, kisah-kisah lapangan menunjukkan bagaimana krisis air bersih melahirkan trauma kolektif sekaligus solidaritas sosial. Air menjadi memori bersama terukir dalam cerita rakyat, museum tsunami, hingga kebijakan nasional.
Lebih dari sekadar catatan bencana, buku ini menawarkan sudut pandang revolusioner: air adalah bagian dari pertahanan negara. Ketahanan bangsa tidak hanya dibangun oleh senjata dan strategi militer, tetapi oleh kemampuan negara menjamin kebutuhan paling dasar rakyatnya. Melalui peran Universitas Pertahanan RI dan Satgas Penjernihan Air, sains dan teknologi seperti Reverse Osmosis diterjemahkan menjadi aksi kemanusiaan yang nyata. Setiap tetes air bersih menjadi simbol kehadiran negara di tengah krisis.
Dengan pendekatan lintas disiplin menggabungkan ilmu pertahanan, kebencanaan, sosial, dan kebijakan publik buku ini memetakan bagaimana krisis air, kerentanan sosial, dan tanggung jawab negara saling terkait dalam satu narasi besar tentang ketahanan nasional. Di sini, air tidak lagi dipandang sebagai persoalan teknis semata, melainkan sebagai strategi geopolitik, sosial, dan moral bangsa.
Air dalam Memori Bangsa adalah refleksi tentang siapa kita saat bencana datang, dan seberapa kuat negara melindungi rakyatnya. Sebuah buku yang mengubah cara pandang: dari wilayah rawan bencana menuju visi besar pertahanan berbasis kemanusiaan. Karena bangsa yang mampu menjaga airnya, sesungguhnya sedang menjaga masa depannya.