DIPERTEMUKAN DENGAN SANG PEMILIK PENYEMBAHAN Teologi Ibadah berdasarkan Mazmur 149

Rp74.800

Penulis:
Pdt. Sumaeli Gea, M.Th.

Jumlah Halaman
xii + 186.

Ukuran Buku
15,5 x 23

Data dari berbagai lembaga survei (Pew Research Center, Ipsos, hingga laporan Herlianto tentang Eropa) menunjukkan pola yang sama di berbagai belahan dunia: kehadiran jemaat di gereja terus menurun, bahkan di negara-negara yang secara historis dikenal sebagai bangsa Kristen. Namun buku ini berangkat dari keyakinan bahwa krisis tersebut bukan pertama-tama krisis program atau gaya musik, melainkan krisis teologis: gereja telah kehilangan pemahaman yang benar dan mendalam tentang apa itu ibadah.
Untuk menjawabnya, penulis tidak berangkat dari tren atau metode kontemporer, melainkan kembali ke Mazmur 149, mazmur pendek sembilan ayat yang selama ini sering berhenti dibaca pada ayat ketiga atau keempat, padahal menyimpan salah satu teologi ibadah paling utuh dalam Kitab Mazmur.
Buku ini disusun dalam delapan bab yang bergerak dari keprihatinan pastoral menuju eksegesis mendalam, lalu kembali lagi ke penerapan gerejawi:
Bab I memetakan realitas kemerosotan ibadah secara global dan lokal, lengkap dengan data pembanding lintas negara.
Bab II menelusuri kosakata ibadah dalam bahasa Ibrani dan Yunani, ‘abodah, shakhah, halal, zamar, yadah, todah, barak, proskunein, latreia, dan lainnya, sebagai fondasi etimologis-teologis.
Bab III adalah jantung eksegetisnya: analisis ayat demi ayat Mazmur 149 dalam teks Ibrani asli, lengkap dengan tabel transliterasi dan terjemahan harfiah.
Bab IV merumuskan enam dimensi hakikat ibadah yang tergali dari teks: ibadah sebagai perintah, berpusat pada Allah, respons relasional, berakar pada keselamatan, menghasilkan ketaatan, dan tidak mengenal batas ruang.
Bab V membahas unsur dan ekspresi konkret ibadah, nyanyian baru, tari-tarian, alat musik, sukacita yang meluap, sebagaimana digambarkan mazmur ini.
Bab VI memusatkan perhatian pada Allah sendiri sebagai fokus penyembahan, bukan pengalaman atau perasaan penyembah.
Bab VII menjembatani eksegesis dengan kehidupan jemaat sehari-hari: partisipasi komunal, kualitas ibadah, dan pertumbuhan gereja.
Bab VIII menutup dengan panduan praktis membangun ibadah yang alkitabiah dan bermakna bagi konteks gereja masa kini.
Yang membedakan buku ini dari literatur ibadah populer lainnya adalah kedisiplinan metodologisnya: setiap klaim teologis diuji lebih dulu melalui analisis gramatikal-sintaksis teks Ibrani, dengan kehati-hatian yang konsisten untuk tidak melompat langsung dari bentuk kata kepada kesimpulan doktrinal yang berlebihan. Dilengkapi glosarium istilah Ibrani-Yunani, footnote akademik yang lengkap, dan bibliografi yang tervalidasi, buku ini menjembatani dunia mimbar akademik dan mimbar gereja, ditulis oleh seorang praktisi yang juga adalah pengajar Hermeneutika, Bahasa Ibrani, dan Bahasa Yunani Alkitab.
Adapun target pembaca dari buku ini ialah pendeta dan pemimpin ibadah, mahasiswa teologi, serta jemaat yang rindu memahami ibadah bukan sekadar sebagai rutinitas mingguan, melainkan sebagai perjumpaan yang mengubahkan dengan Sang Pemilik penyembahan itu sendiri.

Category