Rp65.200
Penulis:
Yunita
Septiani Resmalasari
Shufiyyati
Amanda Dini Nurul Qolby
Jumlah Halaman
viii + 94.
Ukuran Buku
15,5 x 23
Perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan dan penulisan akademik. Kehadiran berbagai teknologi berbasis AI memberikan kemudahan dalam menemukan ide, menyusun kerangka tulisan, mengembangkan gagasan, memperbaiki bahasa, menerjemahkan, meringkas informasi, hingga membantu proses penyuntingan karya ilmiah. Namun, kemudahan tersebut juga menghadirkan tantangan baru, terutama berkaitan dengan orisinalitas, plagiarisme, akurasi informasi, penggunaan referensi, perlindungan data, transparansi, serta integritas akademik.
Buku Artificial Intelligence dalam Penulisan Karya Ilmiah: Etika, Strategi, dan Integritas Akademik hadir sebagai bahan ajar untuk membantu pelajar, dosen, dan akademisi memahami perkembangan serta pemanfaatan AI dalam proses penulisan karya ilmiah secara kritis, etis, dan bertanggung jawab. Buku ini tidak menempatkan AI sebagai pengganti kemampuan berpikir manusia, melainkan sebagai alat bantu atau mitra yang dapat mendukung proses intelektual penulis. Gagasan, analisis, argumentasi, dan tanggung jawab terhadap karya tetap berada pada manusia.
Pembahasan diawali dengan pemahaman mengenai perubahan aktivitas menulis di era AI, peran AI sebagai asisten penulis, pengembangan ide, serta pentingnya mempertahankan suara dan orisinalitas penulis. Selanjutnya, buku membahas konsep dasar Artificial Intelligence, etika penulisan karya ilmiah, karakteristik karya ilmiah, serta berbagai tantangan etis dalam penggunaan AI, seperti plagiarisme, informasi yang tidak akurat, referensi yang tidak valid, bias, perlindungan data dan kerahasiaan, ketergantungan terhadap teknologi, serta batas antara penggunaan AI sebagai bantuan dan penggantian proses intelektual manusia.
Buku ini juga memberikan perhatian pada strategi pemanfaatan AI dalam penulisan karya ilmiah. Pembaca diarahkan untuk menggunakan AI secara proporsional, mulai dari mengembangkan ide, membandingkan perspektif, membantu penyusunan tulisan, hingga melakukan penyuntingan, dengan tetap melakukan pemeriksaan, verifikasi sumber, dan evaluasi kritis terhadap keluaran AI. Dengan pendekatan tersebut, AI diharapkan dapat meningkatkan efisiensi tanpa mengurangi kemampuan berpikir kritis dan kreativitas penulis.
Selain aspek teknis, buku ini membahas pentingnya penjaminan mutu dan kebijakan penggunaan AI di lingkungan perguruan tinggi. Pembahasan mencakup edukasi penggunaan AI yang bertanggung jawab, literasi digital, peran dosen dan pelajar, penyusunan pedoman penulisan, hingga prinsip-prinsip kebijakan yang dapat menjaga keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan integritas akademik.
Pada akhirnya, buku ini menegaskan bahwa kemajuan teknologi tidak menghilangkan pentingnya keterampilan menulis, melainkan mengubah cara manusia menjalankan proses penulisan. Semakin mudah teknologi menghasilkan teks, semakin penting pula kemampuan manusia dalam berpikir kritis, memverifikasi informasi, membangun argumentasi, menjaga orisinalitas, dan bertanggung jawab terhadap karya yang dihasilkan. Buku ini diharapkan menjadi salah satu rujukan pembelajaran dalam membangun budaya akademik yang mampu memanfaatkan Artificial Intelligence secara cerdas, etis, dan bertanggung jawab.









