Rp64.600
Penulis:
Shanetrygve Adriel Struggler Kastanya
Nathan Dipa Dewangga
Killy Dinanti Permadi
Jumlah Halaman
viii + 88.
Ukuran Buku
14,8 x 21
Borobudur sering kali hanya dipandang sebagai monumen megah dalam buku teks atau latar swafoto di media sosial. Namun, di balik susunan andesit dan gurat prasastinya, tersimpan narasi besar yang mulai sayup terdengar oleh generasi masa kini. Buku ini hadir sebagai sebuah upaya “pulang” bagi generasi muda untuk menemukan kembali identitas dan akar sejarah yang tertanam di tanah Magelang.
Melalui pendekatan naratif-eksploratif, buku ini merekam perjalanan mendalam di sepanjang Jalan Badrawati hingga menyusuri sudut-sudut Dusun Meteseh. Pembaca diajak melampaui batas turisme biasa untuk berbincang langsung dengan para penjaga tradisi: dari juru pugar yang memahami denyut tiap batu candi, dalang yang mendedikasikan hidupnya pada sejarah, hingga para penjaga prasasti yang menyimpan “akta kelahiran” peradaban Nusantara.
Buku ini tidak hanya membedah teknis konservasi dan signifikansi prasasti sebagai bukti sejarah, tetapi juga menyoroti dialektika antara pelestarian purbakala dengan realitas modernisasi—mulai dari fenomena wisata viral hingga tantangan menjaga kesucian ruang doa di tengah hiruk-pikuk kamera.
Batu, Prasasti, dan Kami bukan sekadar catatan perjalanan. Ia adalah manifesto kepedulian generasi muda yang bertransformasi dari ketidaktahuan menuju kesadaran akan pentingnya menjaga warisan leluhur. Inilah jembatan antara masa lalu yang agung dan masa depan yang penuh tantangan, sebuah panduan bagi siapa pun yang ingin memulai langkah nyata dalam melestarikan memori kolektif bangsa.









