ANDRAGOGI DALAM PARADIGMA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN MASYARAKAT: DARI KONSEP MENUJU PRAKSIS PEMBERDAYAAN, EDIFIKASI, DAN ADVOKASI

Rp97.000

Penulis:
Prof. Dr. Mustofa Kamil

Jumlah Halaman
xvi + 420.

Ukuran Buku
15,5 x 23

Andragogi dalam Paradigma Pembelajaran Pendidikan Masyarakat: Dari Konsep Menuju Praksis Pemberdayaan, Edifikasi, dan Advokasi menghadirkan andragogi bukan sekadar sebagai teori tentang cara orang dewasa belajar, melainkan sebagai paradigma pembelajaran yang menempatkan manusia sebagai subjek yang aktif, reflektif, mandiri, dan mampu membangun makna dari pengalaman hidupnya.
Buku ini membawa pembaca menelusuri perkembangan pemikiran andragogi dari landasan konseptual dan filosofis menuju penerapannya dalam pendidikan masyarakat. Pembahasan mencakup karakteristik dan kemandirian pemelajar, kompetensi andragogik pendidik dan fasilitator, relasi edukatif, media pembelajaran, hingga transformasi pembelajaran di era digital. Andragogi ditempatkan secara lentur dan kontekstual, tidak semata-mata dibatasi oleh usia, tetapi juga mempertimbangkan kesiapan, pengalaman, kesadaran diri, dan tanggung jawab pemelajar dalam proses belajar.
Keistimewaan buku ini terletak pada upayanya membawa andragogi lebih jauh dari ruang pembelajaran menuju praksis pemberdayaan, edifikasi, dan advokasi. Pemberdayaan memperkuat kapasitas masyarakat untuk menentukan kehidupannya, edifikasi memberikan arah nilai, moral, dan kemanusiaan, sedangkan advokasi memperkuat keberpihakan pendidikan terhadap keadilan, partisipasi, dan kelompok yang menghadapi keterbatasan akses serta ketimpangan sosial.
Dengan memadukan pemikiran Malcolm Knowles, Paulo Freire, Jack Mezirow, serta berbagai perspektif pendidikan dan pemberdayaan masyarakat, buku ini menawarkan cara pandang bahwa pendidikan masyarakat tidak cukup hanya membuat manusia lebih tahu dan lebih terampil, tetapi juga perlu menjadikannya lebih berdaya, bermartabat, kritis, dan mampu mengambil bagian dalam perubahan sosial.
Buku ini relevan bagi mahasiswa, dosen, peneliti, tutor, pamong belajar, pengelola PKBM, fasilitator pemberdayaan, pengambil kebijakan, serta siapa pun yang meyakini bahwa pembelajaran sejatinya adalah proses membangun manusia sekaligus membangun masyarakat.