PANCASILA SEBAGAI NILAI HIDUP DALAM KEHIDUPAN BANGSA INDONESIA

Rp72.200

Penulis:
Ade Sopyan Hadi, S.Pd., M.Pd.
Zulkifli Alamsah Sutanto S.Pd., M.Pd.
Anisia Nur Mitha Sari S.Pd., M.Pd.

Jumlah Halaman
viii + 164.

Ukuran Buku
15,5 x 23

Pancasila Sebagai Nilai Hidup dalam Kehidupan Bangsa Indonesia merupakan buku yang mengkaji Pancasila bukan hanya sebagai dasar negara dan ideologi bangsa, tetapi juga sebagai nilai hidup yang perlu dihayati dan diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Buku ini hadir sebagai upaya memperkuat pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Pancasila di tengah perubahan zaman, terutama ketika masyarakat menghadapi berbagai tantangan seperti individualisme, melemahnya semangat kebangsaan, perkembangan teknologi, globalisasi, serta berkurangnya kesadaran terhadap persatuan dan keadilan sosial.
Pembahasan buku diawali dengan konsep nilai, meliputi pengertian dan macam-macam nilai sebagai landasan untuk memahami bagaimana nilai menjadi pedoman dalam menentukan sikap dan perilaku manusia. Selanjutnya, buku menguraikan sejarah perumusan Pancasila, khususnya proses pembentukan dasar negara dalam sidang BPUPKI dan gagasan Bung Karno dalam pidatonya pada 1 Juni 1945. Pembahasan tersebut memperlihatkan proses panjang pencarian dasar filosofis bagi Indonesia merdeka serta gagasan tentang negara yang dibangun untuk “semua buat semua”.
Buku kemudian secara khusus membahas pemikiran Bung Karno mengenai Pancasila, penggalian nilai-nilai Pancasila, serta kedudukan Pancasila sebagai dasar negara, ideologi, dan pandangan hidup bangsa. Pancasila dipahami sebagai karya bersama bangsa Indonesia yang melalui proses pembuahan gagasan, perumusan, hingga pengesahan. Pembahasan juga mencakup fungsi Pancasila, nilai-nilai yang terkandung di dalam setiap sila, susunan Pancasila yang bersifat hierarkis, serta berbagai tantangan dalam mempertahankan dan mengaktualisasikannya.
Salah satu bagian penting buku adalah pembahasan mengenai sejarah dan makna Garuda Pancasila. Pembaca diajak memahami perkembangan simbol Garuda dalam sejarah Nusantara, proses lahirnya lambang negara, pengesahannya, serta keterlibatan berbagai tokoh dalam proses perancangannya. Buku juga menguraikan peran Bung Karno dalam memberikan arahan konseptual dan ideologis terhadap lambang negara sehingga Garuda Pancasila tidak sekadar menjadi simbol visual, tetapi juga merepresentasikan identitas, nilai, sejarah, dan cita-cita bangsa Indonesia.
Buku membawa pembaca pada pembahasan yang lebih praktis melalui nilai-nilai Pancasila dalam aksi bangsa Indonesia. Kelima sila dijelaskan melalui bentuk-bentuk aktualisasi dalam kehidupan masyarakat, mulai dari penghormatan terhadap kebebasan beragama, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, hingga keadilan sosial. Dengan demikian, Pancasila tidak berhenti pada pemahaman teoritis atau hafalan lima sila, tetapi diarahkan menjadi pedoman dalam tindakan nyata kehidupan sehari-hari.
Pada bagian akhir, buku membahas relevansi pemikiran Bung Karno tentang Pancasila di era modern, khususnya dalam menghadapi globalisasi, pendidikan bagi generasi muda, dan aktualisasi gotong royong di era digital. Pancasila ditempatkan sebagai kompas moral dan ideologis agar bangsa Indonesia dapat terbuka terhadap perkembangan dunia tanpa kehilangan jati diri dan kepribadian nasional. Pendidikan Pancasila juga diarahkan tidak hanya pada penguasaan pengetahuan, tetapi pada pembentukan sikap dan praktik nyata seperti toleransi, persatuan, tanggung jawab, musyawarah, serta kepedulian sosial.
Secara keseluruhan, buku ini menegaskan bahwa Pancasila akan memiliki makna yang kuat apabila nilai-nilainya benar-benar dihidupkan dalam perilaku masyarakat. Pancasila bukan sekadar dasar negara yang dihafalkan, melainkan pedoman hidup yang dapat menjadi landasan dalam membangun karakter, memperkuat persatuan, mengembangkan gotong royong, menghadapi perubahan global, dan mewujudkan kehidupan bangsa Indonesia yang berkeadaban, adil, dan bermartabat.