MENUMBUHKAN TANGGUNG JAWAB GLOBAL MELALUI CINTA Transformasi Kurikulum PGMI Berbasis Integrasi Islam, Sains, Teknologi, dan Ekologi

Rp64.600

Penulis:
Dr. Nasyariah Siregar, M.Pd.I
Tarisa Jayanti, M.Pd., Gr.
Fia Alifah Putri, M.Pd.
Gupo Matvayodha, S.Pd., M.Or., AIFO.

Jumlah Halaman
iv + 92.

Ukuran Buku
14,8 x 21

Bagaimana mungkin cinta menjadi jalan untuk menghadapi korupsi, krisis ekologi, dan tantangan teknologi? Bukankah cinta selama ini lebih sering dipahami sebagai perasaan, sementara tanggung jawab global berkaitan dengan persoalan yang jauh lebih luas seperti integritas, keadilan, keberlanjutan, literasi digital, etika teknologi, dan kepedulian terhadap kehidupan?
Buku Menumbuhkan Tanggung Jawab Global melalui Cinta hadir dari gagasan bahwa pendidikan tidak cukup hanya membekali pembelajar dengan pengetahuan, tetapi juga perlu menumbuhkan kesadaran moral, kemampuan berpikir kritis, kecakapan teknologi, dan tanggung jawab yang mendorong lahirnya tindakan nyata. Dalam konteks Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), gagasan tersebut diwujudkan melalui transformasi kurikulum yang mempertemukan Islam, sains, teknologi, dan ekologi dalam satu orientasi: membentuk calon guru yang memiliki integritas, kepedulian, literasi digital, serta tanggung jawab terhadap sesama dan lingkungan.
Buku ini mengajak pembaca memahami Kurikulum Berbasis Cinta bukan sebagai tambahan materi atau sekadar slogan pendidikan, melainkan sebagai perspektif yang menempatkan nilai cinta sebagai energi pembentuk karakter dan tanggung jawab. Cinta kepada Tuhan melahirkan kesadaran akan amanah; cinta kepada manusia menumbuhkan empati, keadilan, dan penghormatan terhadap sesama; cinta kepada alam mendorong kesadaran ekologis; sedangkan kecintaan terhadap ilmu dan kemajuan mengarahkan pemanfaatan teknologi agar tetap berlandaskan etika, kemanusiaan, dan kemaslahatan.
Pembahasan dimulai dengan Kurikulum Berbasis Cinta sebagai Jalan Menuju Tanggung Jawab Global, kemudian bergerak pada pentingnya integrasi Islam, sains, dan teknologi dalam pengembangan kurikulum PGMI. Integrasi tersebut tidak menempatkan agama, sains, dan teknologi sebagai bidang yang berjalan sendiri-sendiri, tetapi sebagai unsur yang saling memperkuat. Islam memberikan orientasi nilai dan etika, sains membantu memahami realitas berdasarkan bukti, sedangkan teknologi menjadi sarana untuk mengembangkan pengetahuan dan menghadirkan solusi terhadap berbagai persoalan kehidupan.
Buku ini selanjutnya membawa pembaca pada realitas krisis ekologi dan mengajak melihatnya bukan hanya sebagai persoalan lingkungan, tetapi juga sebagai persoalan moral, sosial, dan kemanusiaan. Sains membantu memahami perubahan dan kerusakan lingkungan, teknologi membuka peluang untuk pemantauan dan pengembangan solusi ekologis, sedangkan nilai Islam memberikan landasan tentang amanah manusia sebagai khalifah, keseimbangan (mizan), dan larangan melakukan kerusakan (fasad) di bumi. Pendidikan menjadi ruang untuk mengubah pengetahuan tersebut menjadi kesadaran dan tindakan nyata.
Persoalan tanggung jawab global kemudian diperluas melalui pembahasan pendidikan antikorupsi dan budaya integritas. Korupsi tidak hanya dipahami sebagai pelanggaran hukum, tetapi juga sebagai persoalan nilai yang berkaitan dengan amanah, kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab. Perkembangan teknologi juga menghadirkan tantangan baru berupa penyalahgunaan informasi, manipulasi data, plagiarisme, dan berbagai bentuk ketidakjujuran digital. Pendidikan antikorupsi karena itu perlu membangun integritas pembelajar dalam kehidupan akademik maupun ruang digital.
Buku ini mempertemukan seluruh gagasan tersebut dalam satu kerangka: Kurikulum Berbasis Cinta sebagai strategi menghadapi korupsi, krisis ekologi, dan tantangan perkembangan teknologi. Cinta tidak berhenti sebagai nilai yang diketahui, tetapi ditransformasikan menjadi kesadaran, integritas, kepedulian, literasi teknologi, dan tindakan. Kurikulum PGMI pada akhirnya tidak hanya mempersiapkan calon guru untuk mengajarkan pengetahuan, tetapi membentuk pendidik yang mampu menggunakan ilmu dan teknologi secara bijak, menjaga lingkungan, membangun budaya integritas, serta menumbuhkan generasi yang siap menghadapi persoalan global secara manusiawi dan bertanggung jawab.