Rp66.900
Penulis:
Erni Kasim, S.P., M.Si
Dr. Hj. Tenri Sau, S.Pd., M.Pd
Murmayani, S.Pd., M.Pd
H. Ambo Upe, S.P., M.P
Guna Darman, S.P., M.Si
Jumlah Halaman
viii + 111.
Ukuran Buku
14,8 x 21
Tanaman padi merupakan komoditas strategis yang berperan penting dalam menjaga ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani. Namun, produktivitas padi masih menghadapi berbagai tantangan, salah satunya serangan hama tikus yang dapat menyebabkan kerusakan tanaman dan kehilangan hasil panen. Di sisi lain, limbah pertanian berupa sekam padi yang dihasilkan dalam jumlah besar masih memiliki potensi pemanfaatan yang belum optimal.
Buku Pengendalian Hama Tikus pada Tanaman Padi dan Konversi Limbah Menjadi Energi hadir untuk memberikan pemahaman mengenai solusi pertanian yang produktif, inovatif, dan ramah lingkungan. Buku ini membahas karakteristik dan sistem budidaya tanaman padi, biologi serta perilaku hama tikus sawah, dan penerapan teknologi Linear Trap Barrier System (LTBS) sebagai salah satu metode pengendalian hama tikus yang ramah lingkungan. Selain itu, buku ini menguraikan potensi limbah pertanian, khususnya sekam padi, untuk dikonversi menjadi biochar dan briket sebagai produk bernilai tambah dan sumber energi alternatif.
Pembahasan juga mencakup penerapan teknologi di tingkat petani, strategi pemberdayaan kelompok tani, pelatihan dan pendampingan, evaluasi dampak ekonomi dan lingkungan, serta pengembangan teknologi pertanian berkelanjutan. Aspek keselamatan kerja dan pengelolaan lingkungan turut menjadi perhatian agar penerapan teknologi dapat dilakukan secara tepat dan bertanggung jawab.
Disusun dengan pendekatan teoritis dan aplikatif, buku ini diharapkan menjadi referensi bagi mahasiswa, dosen, peneliti, penyuluh pertanian, kelompok tani, dan praktisi agribisnis dalam mengembangkan sistem pertanian yang lebih efisien dan berkelanjutan. Melalui integrasi pengendalian hama tikus dan pemanfaatan limbah pertanian, buku ini mengajak pembaca melihat bahwa tantangan pertanian tidak hanya dapat diatasi, tetapi juga dapat menjadi peluang untuk menciptakan nilai tambah, meningkatkan kesejahteraan petani, dan menjaga kelestarian lingkungan.









