Rp68.800
Penulis:
H. Imam Saparudin Matasan, S.Sos.I., M.Sos., M.A.
Jumlah halaman:
viii + 130
Ukuran Buku:
15,5 x 23
“Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah; kedua orang tuanyalah yang menjadikannya…” (HR. al-Bukhari dan Muslim)
Setiap pagi, ribuan orang tua mengantar anaknya ke gerbang madrasah. Namun, pendidikan sejati tidak dimulai di ruang kelas. Pendidikan dimulai di rumah: dari teladan ayah dan ibu, dari kebiasaan kecil yang diulang setiap hari, dan dari kata-kata yang menyentuh hati.
Buku ini mengajak orang tua dan guru menyadari satu kenyataan penting: setiap anak memiliki dua madrasah. Madrasah pertama bernama rumah, dan madrasah kedua adalah tempat ia belajar bersama guru-gurunya. Keduanya tidak boleh berjalan sendiri-sendiri.
Melalui sepuluh bab yang runtut, pembaca diajak untuk :
1) mengenal dunia anak usia MI (6–12 tahun) dan keunikannya;
2) belajar dari Luqman al-Hakim tentang peran orang tua sebagai guru pertama;
3) membangun kebiasaan ibadah, belajar, dan akhlak di rumah;
4) merawat komunikasi yang mendidik;
5) menjadikan madrasah sebagai rumah kedua dan guru sebagai orang tua di sekolah;
6) menjalin kerja sama dan menghadapi masalah anak bersama-sama.
Setiap pembahasan berlandaskan ayat Al-Qur’an dan hadis lengkap dengan teks Arab, terjemahan, dan sumbernya, diperkaya temuan ilmu pendidikan dan psikologi anak. Buku ini juga dilengkapi kisah inspiratif dan lampiran praktis yang siap digunakan.
Buku ini ditujukan bagi orang tua, guru, dan pengelola madrasah yang merindukan lahirnya generasi rabbani: anak-anak yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.









