MANAJEMEN AGRIBISNIS

Rp81.700

Description

Penulis: Wahyunita Sitinjak, dkk
ISBN: 978-623-500-332-0
Halaman: viii + 267
Ukuran: 14,8 x 21
Tahun: 2024

SINOPSIS
Manajemen merupakan koordinasi atau pengelolaan dari sumber daya yang dimiliki oleh organisasi untuk mencapai tujuan dari organisasi tersebut. Sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan atau organisasi mempunyai keterbatasan (langka), oleh sebab itu penggunaannya harus diperhitungkan dengan seksama sehingga akan memberikan dampak atau nilai tambah yang positif dan menguntungkan. Manajemen di dalam organisasi bisnis sangat perlu, bagalmana mengorganisasikan penggunaan sumber daya yang terbatas atau tertentu untuk menghasilkan tujuan (keuntungan maksimum) dengan karakteristik penuh risiko dan ketidakpastian.
Pada kondisi tingkat persaingan yang tinggi (ekonomi global), untuk meningkat nilai tambah, efisiensi dan keunggulan maupun kompetisi di sektor pertanian, pendekatan pengelolaan atau manajemen pertanian, dilakukan dengan pendekatan sistem yaitu Manajemen Agribisnis. Agribisnis, secara sederhana dapat diartikan sebagai bisnis di bidang pertanian. Sistem Agribisnis merupakan keterkaitan dalam subsistem-subsistem, yaitu subsistem sarana produksi pertanian (saprodi atau sapronak), usaha tanı atau usaha teriak (on-farm), pemasaran dan pengolahan (off farm) dan sub sistem penunjang (kredit, penyuluhan, kebijakan kebijakan dan kelembagaan), Sistem agribisnis, subsistemnya (off farm) sering disebut dengan sub sistem hulu dan hilir, kemudian subsistem usaha tanijusaha ternak (on-farm).
Peranan Agribisnis di indonesia sangat penting, terutama di era Globalisasi, karena batasan wilayah negara untuk aliran perdagangan (ekspor impor), yang akan menghambat perdagangan antar negara akan di kurangi atau di batasi. Artinya, produk-produk agribisnis yang efisien dan kompetitif yang akan bertaltan dalam menunjang pendapatan nasional atau penyedia pangan nasional (melalui peningkatan produktivitas, meningkatkan keunggulan dan daya saing) sehingga ekspor dapat meningkat dan produk impor dapat dikurangi yang pada akhirnya kesejahteraan dan ketahanan pangan dapat terwujud.