Description
Penulis: Adriyendi
vi + 308.
15,5 x 23
Artificial Intelligence (AI) memiliki potensi besar dan banyak manfaat dalam hal otomatisasi data, analisa informasi, dan pengambilan keputusan cerdas. AI ampuh untuk meningkatkan produktifitas, efisiensi, dan inovasi. Model diskriminatif mengacu pada kelas model yang digunakan dalam statistik yang digunakan untuk pembelajaran mesin atau Machine Learning (ML) yang diawasi atau Supervised Learning (SL). Model diskriminatif unggul dalam membedakan pola yang benar dan membuat prediksi yang tepat. Model generatif merupakan model ML tanpa pengawasan atau Unsupervised Learning (UL). Model generatif mampu menghasilkan sampel data sintetik baru yang secara statistik serupa dengan yang diamati oleh data.
Pengelolaan AI berpedoman pada etika AI yaitu: kebermanfaatan, keamanan, akuntabilitas, keadilan, kompetensi, dan kendali tata kelola. AI memungkinkan mesin komputasi untuk mengambil keputusan secara otonom atas nama pemangku kepentingan manusia. Transparansi terhadap kompleksitas AI dapat membantu untuk memastikan bahwa data tidak bias (bias data training, bias algorithm, bias cognitive). Teknologi AI digunakan untuk peran analitis (peran manajemen data dan tugas kognitif), peran penggunaan prediktif (pembuatan kebijakan), dan peran praktik operasional (proteksi data dan keamanan informasi) dalam konteks masa lalu, masa kini, dan masa depan.










