Description
Penulis: Muh Fadhli Febrian Amir
viii + 96.
14,8 x 21
Bisnis hari ini berada di persimpangan yang tak nyaman: satu kaki tertanam dalam kejaran keuntungan, kaki lainnya bergelut dalam krisis iklim, ketimpangan, dan tuntutan etika baru. Buku ini bukan kumpulan teori, bukan pula nasihat moral. Ia adalah percakapan yang jujur tentang dilema yang setiap pelaku usaha tahu tapi jarang dibicarakan—bagaimana mencari untung tanpa kehilangan nurani, bagaimana bertahan tanpa mengorbankan masa depan. Diawal, buku
Dengan bahasa yang lugas namun dalam, buku ini membawa pembaca memahami sejarah Etika dan Bisnis, alasan mengapa etika bisnis layak untuk dibicarakan, serta memberikan gambaran etika bisnis dimasa lalu, kini dan masa depan. Menyusuri ruang-ruang abu-abu di mana keputusan bisnis diambil: dari ruang rapat yang membahas ekspansi, hingga lingkungan yang terkena dampaknya. Penulis tidak menyodorkan jawaban siap pakai, melainkan peta berpikir untuk memahami ulang makna untung, tanggung jawab, dan keberlanjutan dalam bisnis.
Buku ini ditulis untuk siapa pun yang percaya bahwa bisnis bukan sekadar soal angka, tetapi juga soal arah dan nilai. Bagi para pengusaha, akademisi, mahasiswa, hingga pembuat kebijakan, inilah undangan untuk berhenti sejenak—merenung, bertanya, dan mungkin, membentuk ulang cara kita berbisnis di abad yang genting ini.










