PEMANFAATAN BIOCHAR DAN AZOLLA PINNATA DALAM MEMULIHKAN TANAH YANG TERCEMAR PB UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI PADI SAWAH

Rp66.500

Description

Penulis: Syarifa Mayly Boelian Dachban, dkk

xvi + 99.

15,5 x 23

Pencemaran timbal (Pb) pada tanah sawah merupakan tantangan serius bagi sektor pertanian, karena berdampak langsung terhadap kesuburan tanah, produktivitas padi, serta keamanan pangan dan kesehatan masyarakat. Buku ini menyajikan kajian ilmiah yang komprehensif mengenai karakteristik tanah dan air irigasi tercemar Pb, mekanisme perilaku Pb di tanah sawah, serta strategi pemulihan tanah yang berkelanjutan melalui pemanfaatan biochar dan Azolla pinnata .
Melalui sintesis hasil penemuan dan literatur terkini, buku ini menunjukkan bahwa biochar berfungsi sebagai amandemen tanah yang efektif dalam memperbaiki sifat fisik dan kimia tanah, meningkatkan pH dan kapasitas tukar kation, serta mengimobilisasi Pb sehingga menurunkan bioavailabilitasnya. Di sisi lain, Azolla pinnata berperan sebagai agen hayati dan pupuk hayati yang mampu meningkatkan bahan organik tanah, menyediakan nitrogen melalui fiksasi biologis, serta berkontribusi dalam penyerapan dan penstabilan Pb.
Integrasi biochar dan Azolla pinnata dalam satu paket teknologi pemulihan tanah memberikan efek sinergis yang signifikan. Teknologi ini terbukti mampu meningkatkan pertumbuhan padi, meningkatkan komponen hasil dan produksi gabah, serta menurunkan kandungan Pb pada gabah hingga berada dalam batas aman konsumsi. Selain manfaat agronomis, teknologi ini juga memberikan keuntungan lingkungan melalui pengurangan risiko pencemaran logam berat dan peningkatan kesehatan tanah, serta manfaat ekonomi melalui peningkatan hasil panen dan efisiensi penggunaan input pertanian.
Buku ini menegaskan bahwa teknologi pemulihan tanah sawah tercemar Pb berbasis biochar–Azolla pinnata merupakan solusi yang aplikatif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Oleh karena itu, penerapan teknologi ini dikan untuk dikembangkan lebih lanjut melalui dukungan kebijakan, penemuan lanjutan jangka panjang, serta kolaborasi antara peneliti, pemerintah, dan petani dalam rangka mewujudkan sistem pertanian yang aman, produktif, dan berkelanjutan.