Description
Penulis: Iyad Suryadi, dkk
x + 82.
14,8 x 21
Dalam zaman pendidikan yang cepat dan digital saat ini, kita sering kali terfokus pada pencapaian nilai, gelar, dan aspek formal semata. Buku ini mengingatkan kita bahwa pendidikan yang sesungguhnya lebih dari sekadar mentransfer pengetahuan, melainkan berfungsi untuk membangun karakter dan integritas moral. Dengan mengacu pada pemikiran klasik Az-Zarnuji di dalam kitab Ta’lim al-Muta’allim, buku ini menghidupkan kembali ide tentang Ilmul Hal—ilmu yang relevan dengan kebutuhan hidup dan kondisi nyata individu. Penulis menekankan bahwa ilmu yang paling bernilai adalah ilmu yang dipraktekkan (ilmu hal), dan amal yang paling mulia yaitu menjaga keadaan hati dan perilaku agar tetap konstan dalam kebenaran (hifdul hal).
Buku ini tidak hanya membahas teori, tetapi juga memberikan solusi konkret terhadap masalah etika akademik masa kini, seperti plagiarisme dan penurunan moral. Pembaca diajak untuk kembali menjunjung adab di atas ilmu, karena ilmu tanpa adab seperti api tanpa bahan bakar—ia tidak akan memberikan manfaat bagi pemiliknya maupun bagi orang lain. Kesimpulan pokok dari buku ini adalah bahwa nilai seseorang tidak diukur dari seberapa banyak informasi yang ia miliki, tetapi dari seberapa besar ilmu tersebut dapat mengubah sikapnya dan memberi kontribusi nyata bagi masyarakat. Menjadi intelektual yang jujur, rendah hati, dan berintegritas adalah cara terbaik untuk memperbaiki keadaan pendidikan kita saat ini.










