Description
Penulis: Dr. Bokiraiya Latuamury, S.Hut., M.Sc.
viii + 372.
18,2 x 25,7
Air dan Akar Mangrove: Infrastruktur Alami untuk Masa Depan Ketahanan Pesisir merupakan karya referensi multidisipliner yang mengangkat akar mangrove sebagai infrastruktur alami strategis dalam menghadapi krisis air dan perubahan iklim global. Buku ini menandai lompatan konseptual dalam literatur keberlanjutan dengan mengintegrasikan pendekatan biohidrologi, rekayasa ekosistem, kebijakan adaptif, dan kearifan lokal dalam satu narasi ilmiah yang terpadu. Dengan mengedepankan novelty berbasis kecerdasan ekologis akar mangrove, buku ini tidak hanya menjelaskan fungsi ekologis sistem akar, tetapi juga menggagas akar sebagai modul bio-teknologis dalam desain infrastruktur hijau-biru yang responsif dan tangguh terhadap dinamika pesisir.
Bab-bab awal membuka diskursus mengenai keterbatasan sistem infrastruktur abu-abu konvensional dalam merespons tekanan hidrometeorologis di wilayah pesisir, dan memperkenalkan akar mangrove sebagai jaringan biohidrologi alami yang mampu melakukan filtrasi, infiltrasi, dan regulasi salinitas secara efisien. Dalam kerangka transisi dari rekayasa keras menuju solusi berbasis alam (Nature-based Solutions), akar mangrove dikemukakan sebagai sistem bio-engineered yang tidak hanya menopang vegetasi, tetapi juga menjalankan fungsi drainase, penyimpanan, dan penyaring air dalam lanskap dinamis. Melalui telaah biofisika dan anatomi vegetatif, buku ini mengklasifikasikan morfologi akar mangrove seperti akar napas, sebagai struktur arsitektural mikro yang membentuk jaringan kapiler biologis dengan efisiensi ekohidrologis tinggi.
Dimensi sosial-ekologis dikaji melalui lensa socio-hydrological interface yang mengeksplorasi persepsi lokal, praktik tradisional, dan pengetahuan etnohidrologi masyarakat pesisir mengenai akar mangrove. Studi kasus dari Indonesia, Filipina, dan kawasan Asia Tenggara memperkaya narasi dengan bukti empiris bahwa akar mangrove telah lama diinternalisasi sebagai bagian dari sistem adaptasi komunitas terhadap ketidakpastian hidrologis dan perubahan lingkungan. Aspek tata kelola dan kebijakan publik dijabarkan secara mendalam, dengan penekanan pada strategi pengarusutamaan akar mangrove dalam dokumen perencanaan seperti RPJM, RZWP3K, serta dalam kerangka kerja REDD+, SDGs, dan mekanisme PES. Buku ini juga menyuguhkan pendekatan kelembagaan adaptif dan inovasi tata kelola berbasis data spasial serta teknologi pemantauan akar mangrove yang partisipatif. Menutup keseluruhan uraian, buku ini menyajikan visi futuristik melalui konsep Intelligent Root System (IRS)—yakni sistem infrastruktur akar yang terintegrasi big data ekohidrologis, sebagai model transformatif dalam pengembangan eco-smart infrastructure untuk pesisir. Pendekatan ini memperluas horizon perencanaan berbasis ekosistem menuju masa depan ketahanan air dan keadilan ekologis yang berkelanjutan. Sebagai buku referensi utama, karya ini diharapkan menjadi acuan strategis bagi akademisi, teknokrat, perencana wilayah, dan pembuat kebijakan dalam merancang masa depan pesisir yang resilien, berakar pada sistem alami, dan berorientasi global.










