Description
Penulis: Fifian Permata Sari, dkk
viii + 110.
15,5 x 23
Subsektor tanaman pangan adalah salah satu komponen penting dalam sektor pertanian yang merupakan sektor primer dari perekonomian. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada tingkat perekonomian Indonesia telah terjadi pergeseran sektor dominan yaitu sektor tersier, sektor sekunder, dan urutan terakhir sektor primer. Sementara itu jumlah tenaga kerja untuk sektor primer masih cukup besar yaitu 40,67% dari total tenaga kerja, sektor tersier sebanyak 47,62% dan sektor sekunder sebanyak 11,71%. Kondisi ini bisa memicu adanya urbanisasi sehingga berdampak menurunnya produksi sektor primer terutama subsektor tanaman pangan.
Di sisi lain pada tahun 2023, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah melakukan kajian terhadap harga beras di seluruh daerah dan dalam kesimpulannya menyebutkan bahwa Skor Indeks Ketahanan Pangan Global (Global Food Securiy Index/GFSI) Indonesia tercatat sebesar 60,2 poin pada tahun 2022 yaitu pada peringkat 63 dari 113 negara. Tingkat keamanan pangan Indonesia terbilang mengkhawatirkan, dari 113 negara, kita berada di tengah-tengah. Menurut data publikasi Kementerian Pertanian pada Statistik Pertanian 2023, Indonesia melakukan impor beras hingga tahun 2022 semakin meningkat yaitu dari 6.197 ton di tahun 2019 menjadi 64.895 ton di tahun 2022, yaitu naik hingga 10 kali lipat.
Hingga saat ini program ketahanan pangan sudah menjadi agenda internasional yaitu dengan adanya kesepakatan negara-negara PBB tahun 2000-2015 dengan agenda Millenium Development Goal’s (MDG’s) dan kemudian dilanjutkan dengan agenda Sustainable Development Goal’s (SDG’s) tahun 2015-2030. Pada agenda tersebut program ketahanan pangan diletakkan pada prioritas utama yaitu “zero hunger”. Sementara itu pada tahun 2021, Pemerintah Sumatera Selatan mengeluarkan Program Gerakan Sumsel Mandiri Pangan dengan target 100% sebanyak 240 desa bisa memenuhi sasaran program. Buku ini berisi informasi tentang identifikasi potensi pengembangan komoditi unggul kawasan pangan menggunakan Location Quotient (LQ), Dynamic Location Quotient (DLQ), Shift Share Analysis (SSA), Typologi Klassen, dan Diagram Scatter Plot.










