Description
Penulis: Deki Taaek, dkk
x + 206.
15,5 x 23
Buku “Berteologi Lintas Budaya Timor: Menggali Nilai Injil dalam Konteks Budaya Orang Timor” ini lahir dari kesadaran akan pentingnya kontekstualisasi teologi, sebuah gagasan yang diakui oleh tokoh-tokoh seperti Ebenhaizer I. Nuban Timo dan Gerrit Singgih. Singgih menyoroti masalah serius bagi gereja-gereja di Indonesia, yaitu kecenderungan untuk mengimitasi model-model Barat dan menjadi “agen Barat” yang menjauhkan gereja dari konteks seharusnya. Nuban Timo juga menegaskan bahwa gereja, sebagai umat utusan, harus hadir dan hidup secara bertanggung jawab di dunia, terbuka bagi realitas kehidupan masyarakat.
Gerrit Singgih menggarisbawahi lima konteks penting yang harus diperhatikan gereja-gereja di Indonesia: kepelbagian agama dan beriman dalam budaya sendiri, kemiskinan yang parah, penderitaan akibat kekerasan dan pelanggaran HAM, ketidakadilan (termasuk ketidakadilan gender), dan kerusakan ekologi. Berangkat dari kerangka berpikir ini, buku ini merupakan upaya mahasiswa-mahasiswi utusan GMIT (Gereja Masehi Injili di Timor) di STFT INTIM Makassar untuk memperlihatkan bagaimana GMIT berdialog dengan ragam konteks pelayanannya.
Kumpulan tulisan dalam buku ini menyajikan usaha kreatif untuk menampilkan wajah GMIT yang ramah terhadap budaya warga jemaatnya, melihat berbagai budaya orang Timor sebagai sarana penyataan kasih Allah kepada semua makhluk. Semoga buku ini tidak hanya menjadi sumbangan pemikiran, tetapi betul-betul menjadi tindakan nyata dalam kehidupan kita sebagai orang beriman, memberikan perspektif berteologi lintas budaya bagi pembaca yang rindu memilikinya. (AER)










