BINA DESA 2026

Rp68.000

Tim Penulis:
Rakha Ogya, Angelina, Naysila Putri, Ramadhani Nurmeidra, Ardelia Belva, Khaiela Rahmania, Nabilah Tiara, Bhakti Hasiib, Fadhla Naurah, Fidelia Fakhira, Eustakia Thetania, Olivia Renata, Sabrilla Felda, Gayatri Agni, Elsa Diena, Rifqotul Hidayat, Muhammad Ilham, Ayunda Faza, Syahda Aurelia, Aritha Rarianthy, Ridva Malhan, Hafizh Fadhlurrahman, Dianti Paramita, Nelza Tri, Chelsy Thamucy, Aliya Arindhita, Dimas Haykal, Celvin Awank, Asti Belqis, Syeva Ahmad, Kosmas Reza, Dhafin Alverian, Aidil Pasya

Jumlah Halaman
viii + 122.

Ukuran Buku
14,8 x 21

Bina Desa HIMAPAJAK 2026 merupakan catatan perjalanan mahasiswa Prodi Perpajakan FIA UB dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Buku ini tidak sekadar mendokumentasikan kegiatan, tetapi juga merekam proses belajar, perjuangan, tawa, kekompakan, dan berbagai kejadian tak terduga yang mewarnai perjalanan selama kurang lebih dua bulan. Melalui berbagai cerita di dalamnya, pembaca diajak mengenal lebih dekat bagaimana mahasiswa membawa ilmu dari bangku perkuliahan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Perjalanan Bina Desa 2026 terbagi dalam tiga rangkaian utama. Rangkaian pertama menghadirkan program Digitalisasi UMKM melalui edukasi dan pendampingan pembuatan QRIS bagi pelaku usaha Desa Ngijo. Perjalanan kemudian berlanjut melalui Pajak Mengajar di SDN 1 Ngijo, dengan menghadirkan edukasi perpajakan melalui permainan dan kegiatan yang menyenangkan. Sebagai penutup, Pajak Berbagi menjadi ruang untuk berbagi kebahagiaan melalui tausiah, pembagian sembako, serta santunan kepada anak-anak yatim piatu. Di balik setiap program tersebut tersimpan cerita tentang rapat, simulasi, danusan, persiapan, perjalanan ke desa, hingga berbagai momen spontan yang membuat perjalanan ini semakin berkesan.
Lebih dari sekadar kisah pengabdian, Bina Desa HIMAPAJAK 2026 adalah cerita tentang manusia dan kebersamaan. Berbagai kesulitan, kelelahan, perbedaan pendapat, hingga keberhasilan yang dirasakan bersama perlahan membentuk rasa kekeluargaan di antara para panitia. Ketika rangkaian terakhir selesai, muncul rasa lega sekaligus haru karena rutinitas yang sebelumnya terasa melelahkan justru berubah menjadi kenangan yang dirindukan. Buku ini menjadi saksi bahwa pengabdian bukan hanya tentang apa yang diberikan kepada masyarakat, tetapi juga tentang apa yang dipelajari, dirasakan, dan dibawa pulang oleh mereka yang menjalaninya.