Description
Penulis: Dr. Bokiraiya Latuamury
x + 412.
18,2 x 25,7
Buku ini menawarkan kajian interdisipliner dan kritis mengenai keterkaitan antara ekosistem mangrove, produksi pengetahuan lokal, dan dinamika kekuasaan dalam tata kelola air di wilayah pulau-pulau kecil. Melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR), karya ini memosisikan komunitas pesisir sebagai aktor utama dalam membangun sistem keamanan air yang inklusif, berbasis ekosistem, dan responsif terhadap perubahan iklim. Fokus utama diarahkan pada pulau-pulau kecil di Indonesia Timur, terutama Provinsi Maluku, yang menghadapi degradasi mangrove, intrusi air laut, dan krisis air bersih. Buku ini menyoroti pentingnya ko-produksi pengetahuan antara masyarakat lokal dan pemangku kepentingan eksternal dalam mengatasi ketimpangan tata kelola air. Praktik lokal dalam menjaga hutan mangrove dan mengelola sumber daya air dibingkai sebagai bentuk resistensi terhadap model pembangunan eksploitatif yang sering mengabaikan suara komunitas. Dengan demikian, mangrove dipahami tidak hanya sebagai elemen ekologis, tetapi juga sebagai ruang politik dan arena kontestasi pengetahuan.
Kontribusi utama buku ini terletak pada integrasi konseptual antara ekohidrologi, keadilan ekologis, dan sosiologi kekuasaan, yang memungkinkan pembacaan ulang terhadap sistem penguasaan air yang hierarkis. Buku ini juga memberikan kritik terhadap pendekatan konservasi yang teknokratis dan menyodorkan alternatif model tata kelola yang lebih partisipatif dan kontekstual. Visualisasi spasial, pemetaan partisipatif, dan penggunaan teknologi tepat guna diuraikan sebagai strategi penguatan sistem informasi komunitas. Isu keadilan gender dan inklusi sosial menjadi benang merah dalam seluruh narasi. Buku ini secara eksplisit mengangkat peran perempuan, masyarakat adat, dan kelompok rentan lainnya dalam perencanaan dan pengambilan keputusan air. Rangkaian studi kasus, infografik, dan matriks kebijakan yang ditampilkan memperkuat argumen bahwa pengetahuan lokal merupakan fondasi penting bagi transisi menuju tata kelola yang berkeadilan dan berkelanjutan. Dengan jangkauan global, buku ini mengisi kesenjangan literatur mengenai water justice dan community-based conservation, sekaligus relevan untuk mendukung agenda SDGs, REDD+, dan Konvensi Keanekaragaman Hayati. Mangrove, Pengetahuan, dan Kekuasaan hadir sebagai kontribusi akademik dan praksis, sekaligus sebagai wacana tandingan yang memperjuangkan hak atas air melalui solidaritas, partisipasi, dan transformasi sosial-ekologis yang bermartabat.










