BUKU STRATEGI UNGGUL PENINGKATKAN EKONOMI RUMAH TANGGA PETANI YANG MENGALAMI FRAGMENTASI LAHAN

Rp66.700

Category

Description

Penulis: Munajat
Hlm: vi + 111
Ukuran: 15,5 * 23
Tahun terbit: 2023

Sinopsis:
Laju penyusutan lahan pertanian khususnya lahan pada sentra produksi padi di Indonesia semakin cepat. Salah satu faktor penyebabnya adalah terjadinya fragmentasi lahan atau penyusutan kepemilikan lahan sebagai akibat dari sistem pewarisan, penjualan dan alih fungsi lahan. Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur Sebagai daerah sentra utama padi di Sumatera Selatan juga mengalami permasalahan fragmentasi lahan. Walaupun menurut catatan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur mengalami peningkatan dari sisi luas tanam dan luas panen dari tahun ketahun dimana tahun 2007 masing-masing luas tanam dan luas panen sebesar 107.925 ha dan 107.626 ha dan pada tahun 2008 terjadi kenaikan masing-masing luas tanam dan luas panen sebesar 112.437 ha dan 110.086 ha. Namun jika dilihat dari sisi fragmentasi tanah, berdasarkan kajian empiris Sjarkowi (1978), dengan populasi berupa transmigrasi umum (termasuk transmigrasi spontan I serta transmigrasi zaman Belanda) dan transmigrasi spontan II. Hasil menunjukan bahwa proses fragmentasi berupa pewarisan tanah sudah berjalan hingga generasi ke tiga (G3). Pewarisan tanah oleh orang tua transmigran mereka lakukan sesuai dengan kemampuan tanpa pilih kasih terhadap rumah tangga anak-anaknya. Pewarisan ini akan berjalan apabila perkawinan anak laki-laki keluarga baru itu menetap di desa orang tuannya. Intensitas penggunaan lahan sawah oleh petani sebanyak 80 persen dalam satu tahun dilakukan dua kali dengan rata-rata kepemilikan lahan 0,64 hektar. Intensitas tanaman padi dan pola tanam merupakan faktor yang berpengaruh terhadap prilaku ekonomi rumah tangga petani. Proporsi penggunaan input usahatani berupa penggunaan benih, penggunaan obat-obat pertanian dan curahan tenaga kerja petani padi masih relatif rendah, kecuali penggunaan pupuk urea yang sudah jauh di atas optimal (189 kg/ha).