Description
Tim Penulis: Noh Ibrahim Boiliu, dkk
vi + 151.
15,5 x 23
Buku Dekalog sebagai Warisan Iman: Model Pedagogi Ilahi dalam Tradisi Israel bagi Pendidikan Kristen Kontemporer mengkaji Sepuluh Firman (Dekalog) bukan sekadar sebagai hukum normatif, melainkan sebagai warisan iman yang sarat nilai pedagogis. Dalam tradisi Israel kuno, pemberian Dekalog di Sinai merupakan momen teofani sekaligus proses pendidikan ilahi, di mana YHWH membentuk umat-Nya menjadi komunitas yang mengenal kehendak-Nya dan hidup dalam relasi perjanjian. Melalui pendekatan teologis-pedagogis, buku ini menelusuri bagaimana Dekalog berfungsi sebagai kurikulum iman yang membentuk identitas, etika, dan spiritualitas Israel. Setiap firman tidak hanya berbicara tentang larangan atau perintah, tetapi menanamkan nilai-nilai fundamental tentang Allah, sesama, dan komunitas. Model pedagogi ilahi ini bersifat holistik, melibatkan aspek kognitif (pengenalan akan Allah), afektif (ketaatan yang lahir dari kasih), dan partisipatif (perwujudan dalam kehidupan sehari-hari). Relevansinya bagi pendidikan Kristen kontemporer sangat signifikan. Di tengah kecenderungan mereduksi iman menjadi sekadar doktrin atau ritual, buku ini menawarkan paradigma pemulihan: pendidikan agama sebagai proses transformatif yang berakar pada narasi iman. Dengan meneladani cara Allah mendidik Israel, pendidik Kristen dipanggil untuk menciptakan ruang pembelajaran yang dialogis, kontekstual, dan berorientasi pada pembentukan karakter serupa Kristus. Buku ini menjadi inspirasi bagi teolog, pendidik, dan pemerhati pendidikan agama untuk menghidupkan kembali kekayaan tradisi iman dalam praktik pedagogis masa kini.










