Rp69.000
Penulis:
Mohamad Sutisna, dkk
Jumlah Halaman
viii + 140.
Ukuran Buku
15,5 x 23
Kearifan lokal merupakan kekayaan sosial dan budaya yang mengandung nilai-nilai luhur, seperti gotong royong, musyawarah mufakat, toleransi, solidaritas, penghormatan terhadap perbedaan, serta penyelesaian konflik secara damai. Nilai-nilai tersebut menjadi modal sosial yang penting dalam membangun kehidupan demokratis yang partisipatif, inklusif, dan berkeadaban. Oleh karena itu, pengintegrasian kearifan lokal ke dalam praktik demokrasi Pancasila menjadi langkah strategis untuk memperkuat identitas kebangsaan sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia yang majemuk dan terus mengalami perubahan.
Di tengah perkembangan zaman, demokrasi Pancasila berbasis kearifan lokal menghadapi berbagai tantangan. Globalisasi, perubahan pola interaksi sosial, berkembangnya individualisme, polarisasi masyarakat, penyebaran disinformasi, serta transformasi digital telah memengaruhi cara masyarakat memahami dan mempraktikkan demokrasi. Ruang digital membuka peluang yang luas bagi partisipasi warga negara, pertukaran gagasan, dan pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan. Namun, pada saat yang sama, ruang tersebut juga dapat menjadi sarana penyebaran ujaran kebencian, manipulasi informasi, intoleransi, dan konflik sosial apabila tidak disertai literasi digital serta kesadaran etis yang memadai.









