Description
Tim penulis: Rifky Ujianto, dkk
x + 100.
15,5 x 23
Sejauh yang telah ditelusuri, catatan arsip yang menuturkan informasi tertulis mengenai potret kehidupan masyarakat Pabean-Cilegon di masa kolonial Hindia-Belanda bisa dibilang sangat sedikit, apalagi masa-masa sebelum itu. Hal itu dapat dimaklumi karena lokasi permukiman Pabean yang relatif terpencil dari pusat kota dan berada di ketinggian perbukitan. Meskipun demikian, Pabean pernah terekam dalam memoar kelam bencana alam meletusnya Gunung Krakatau tahun 1883. Seorang koresponden anonim yang merupakan warga Tionghoa dan berasal dari kampung Pecinan di Pabean pernah menuliskan pengalaman pribadinya secara merinci yang diterbitkan dalam kolom harian Java-bode: nieuws, handels- en advertentieblad voor Nederlandsch-Indie bertajuk “De Catastrophe te Anjer” tanggal 13 September 1883. Publikasi tersebut memuat tentang kisah pengungsian orang-orang Cina di Pabean ke Keramat Watu yang terdampak oleh perubahan kondisi alam yang tidak menentu pasca ledakan Gunung Krakatau. Kisah ini lantas mendapatkan perhatian berbagai surat kabar lainnya di Hindia-Belanda yang kemudian juga ikut menayangkannya. Buku secara umum dapat menjadi dasar perencanaan bagi daerah serta secara khusus dapat menjadi acuan pengembangan kawasan Desa Budaya Kelurahan Pabean. Semoga hasil dari laporan ini dapat bermanfaat. Selamat membaca!










