Rp72.500
Penulis:
Jefri A. Wempi Liwoso
Jumlah Halaman
xii + 175.
Ukuran Buku
15,5 x 23
Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara manusia memproduksi, menyebarkan, dan memaknai tanda dalam kehidupan sehari-hari. Dalam konteks ini, semiotika tidak lagi terbatas pada hubungan antara tanda, makna, dan manusia, tetapi juga berkembang menjadi kajian yang melibatkan teknologi, algoritma, media digital, serta interaksi antara manusia dan entitas nonmanusia. Buku Ekologi Semiotika Digital: Analisis Semiotika Rasengan di Era Posthuman hadir untuk mengkaji perubahan tersebut melalui pendekatan ekologi semiotika, dengan menempatkan tanda sebagai bagian dari jaringan relasi yang dinamis antara budaya, teknologi, dan lingkungan komunikasi digital.
Buku ini secara khusus membahas Rasengan sebagai objek kajian semiotika yang dapat ditelusuri melalui representasi visual, simbolisme, narasi, dan transformasi makna dalam budaya populer digital. Rasengan, yang dikenal sebagai teknik dalam serial Naruto, tidak hanya dipahami sebagai elemen fiksi, tetapi juga sebagai tanda budaya yang memperoleh beragam interpretasi melalui komunitas penggemar, media sosial, konten digital, dan praktik komunikasi kontemporer. Melalui perspektif semiotika, pembahasan diarahkan pada bagaimana suatu simbol mengalami reproduksi, adaptasi, dan pergeseran makna ketika berpindah dari konteks naratif aslinya menuju ruang digital yang lebih luas.
Lebih lanjut, buku ini menghubungkan kajian semiotika digital dengan pemikiran posthuman yang mempertanyakan kembali posisi manusia sebagai pusat pembentukan makna. Teknologi, algoritma, platform digital, dan partisipasi pengguna dipahami sebagai unsur yang turut membentuk sirkulasi serta interpretasi tanda. Dengan demikian, buku ini menawarkan perspektif interdisipliner untuk memahami hubungan antara simbol, teknologi, budaya populer, dan pengalaman manusia di era digital. Buku ini diharapkan menjadi referensi bagi mahasiswa, akademisi, peneliti semiotika, pemerhati budaya populer, serta pembaca yang tertarik pada perkembangan kajian komunikasi dan humaniora digital.









