FILSAFAT PANCASILA Ontologi, Epistimologi dan Asiologi dalam Kehidupan Berbangsa

Rp67.100

Description

Penulis: Dr. Muh. Sudirman, S.Ag. M.Pd

vi + 121.

15,5 x 23

Filsafat Pancasila merupakan landasan filosofis yang mendasari kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai dasar negara, tetapi juga sebagai sistem filsafat yang mengandung nilai-nilai fundamental yang bersumber dari kepribadian, budaya, dan pengalaman historis bangsa Indonesia. Dalam kajian filsafat, Pancasila dapat dipahami melalui tiga dimensi utama, yaitu ontologi, epistemologi, dan aksiologi.
Secara ontologis, Pancasila memandang hakikat realitas manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang bersifat monodualis, yakni sebagai individu sekaligus makhluk sosial. Manusia Indonesia diakui memiliki kedudukan yang setara, bermartabat, dan saling membutuhkan dalam kehidupan bersama. Hakikat keberadaan bangsa Indonesia tercermin dalam persatuan yang menghargai keberagaman suku, agama, budaya, dan pandangan hidup, sebagaimana tertuang dalam sila-sila Pancasila.
Dari sudut pandang epistemologis, Pancasila menjadi sumber pengetahuan dan kebenaran yang diperoleh melalui perpaduan antara akal budi, pengalaman empiris, nilai moral, serta wahyu Ilahi. Nilai-nilai Pancasila dirumuskan melalui musyawarah dan konsensus para pendiri bangsa dengan berlandaskan pada kearifan lokal dan realitas sosial masyarakat Indonesia. Dengan demikian, Pancasila menjadi pedoman berpikir dalam pengambilan keputusan politik, hukum, dan sosial.