Description
Penulis: Mohamad Kashuri
iv + 82.
15,5 x 23
Di dataran tinggi yang diselimuti kabut, tumbuh sebuah tanaman kecil yang namanya pernah bergema, lalu perlahan memudar dari percakapan. Purwoceng, yang kerap dijuluki Ginseng Jawa, bukan sekadar akar yang dikeringkan dan diseduh. Ia adalah potongan sejarah, warisan pengetahuan lokal, sekaligus teka-teki ilmiah yang belum sepenuhnya terjawab.
Buku ini mengajak Anda menyelami perjalanan Purwoceng dari berbagai sudut: jejak tradisinya di pegunungan Dieng, kandungan dan potensi manfaatnya menurut penelitian modern, hingga realitas pahit tentang eksploitasi dan ancaman kelangkaan. Lebih dari itu, buku ini membahas bagaimana tanaman yang hampir terlupakan ini dapat bangkit kembali melalui kolaborasi petani, riset ilmiah, inovasi bisnis, dan kesadaran generasi muda.
Di antara kepercayaan dan bukti, antara mitos dan metodologi, Anda akan menemukan perspektif yang seimbang dan jujur. Buku ini tidak menjanjikan sensasi, tetapi menawarkan pemahaman. Tidak membesar-besarkan klaim, tetapi membuka ruang dialog antara tradisi dan sains.
Jika Anda tertarik pada kekayaan alam Nusantara, peduli pada pengembangan herbal berbasis riset, atau ingin melihat bagaimana potensi lokal bisa diangkat menjadi kebanggaan nasional secara berkelanjutan, buku ini ditulis untuk Anda.
Karena mungkin, emas hijau itu tidak pernah benar-benar hilang.
Ia hanya menunggu untuk dikenali kembali dengan lebih bijak, lebih ilmiah, dan lebih membanggakan.










