Description
Penulis: Robin A. Simanjuntak
vi + 72.
15,5 x 23
Selama lebih dari 21 tahun melayani di mimbar gereja, barulah saat ini praktik berkhotbah dituangkan menjadi teori khotbah untuk menjadi salah satu referensi buku bagi mahasiswa teologi maupun para hamba Tuhan. Berkhotbah sesungguhnya bukan teori dan hanya sebatas ilmu pengetahuan yang harus dikuasai seorang penginjil, pendeta, dosen teologi atau bahkan orang awam. Berkhotbah adalah bagaimana menghidupi Kristus dalam diri dan memancarkan Kristus melalui pewartaan firman yang diterangi oleh Roh Kudus.
Oleh karena itu, menjadi kegentaran tersendiri pada saat seorang hamba Tuhan berdiri di mimbar saat menyampaikan sabda Allah. Kerapuhan diri tidak menyurutkan panggilan untuk menjalankan tugas pewartaan dalam rengkuhan sang khalik yang memanggilnya menjadi hamba Allah. Semakin kita merasa diri kita telah begitu fasih dan telah mempersiapkan bahan khotbah dengan baik lewat eksegese, hermeneutik, public speaking yang sudah standar justru perasaan gentar dan tidak layak semakin mendominasi. Hanya karena anugerah Allah semata kita dapat menjadi “alat” Allah untuk menyampaikan kehendak-Nya, di dalam (in), bersama (with), dan di bawah (under) Kristus.










