Description
Penulis:
Dr. dr. Louisa Ariantje Langi, M.Si
dr. Louise Kartika Indah, M. Gizi., Sp.GK
dr. Wiradi Suryanegara, M.Kes
vi + 135.
15,5 x 23
Di tengah sistem kesehatan yang kian tersegmentasi oleh spesialisasi medis yang kaku, buku “Ilmu Kedokteran Keluarga” hadir untuk mengembalikan esensi pelayanan medis yang personal, menyeluruh, dan berkelanjutan. Karya ini menegaskan bahwa pasien bukanlah sekadar kumpulan organ yang terpisah, melainkan manusia utuh yang hidup dalam ekosistem sosial paling berpengaruh: keluarga.
Buku ini disusun sebagai panduan empiris dan logis bagi para praktisi, dosen, serta mahasiswa kedokteran untuk memahami peran vital dokter keluarga dalam sistem kesehatan modern. Melalui pendekatan yang sistemis, pembaca diajak mengeksplorasi bagaimana dinamika di dalam rumah tangga mulai dari pola komunikasi, dukungan pasangan, hingga kondisi ekonomi rumah tangga menjadi kunci keberhasilan dalam pengelolaan kesehatan dan penyembuhan penyakit.
Beberapa fokus utama yang dibahas dalam buku ini meliputi :
• Keluarga sebagai Unit Sosial & Filter Kesehatan: Memahami peran keluarga sebagai penyaring pertama masalah kesehatan sebelum pasien sampai ke fasilitas medis.
• Kedokteran Pencegahan: Implementasi strategi pencegahan (Leavell & Clark) yang berfokus pada pembangunan resiliensi kesehatan lintas generasi.
• Inovasi Layanan melalui Telemedis: Pemanfaatan teknologi digital untuk menjaga kesinambungan perawatan (continuity of care) melintasi jarak tanpa mengabaikan aspek etika dan privasi data keluarga.
• Integrasi dalam JKN & Ketahanan Nasional: Bagaimana memposisikan dokter keluarga sebagai gatekeeper utama dalam sistem Jaminan Kesehatan Nasional untuk mewujudkan ketahanan kesehatan nasional berbasis keluarga.
• Strategi Home-Care: Pendekatan penanganan penyakit menular dan tidak menular melalui pemberdayaan pengasuh (caregiver) dan kolaborasi interprofesional di tingkat domestik.
Buku ini bukan sekadar referensi medis; ia adalah sebuah ajakan untuk mengubah paradigma dari sekadar “menyembuhkan penyakit” menjadi “merawat manusia”. Dengan gaya bahasa yang lugas, aktif, dan informatif, para penulis meramu teori-teori mapan menjadi instrumen praktis untuk mewujudkan sistem kesehatan Indonesia yang lebih manusiawi, berkeadilan, dan berdaya guna.










