INTERNALISASI NILAI-NILAI TRADISI JAWA SLAMETAN DALAM PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN

Rp64.300

Category

Description

Penulis: Boy Anto Ando Silitonga

vi + 87.

15,5 x 23

Buku ini mengupas hubungan antara pendidikan agama Kristen (PAK) dan tradisi lokal masyarakat Jawa, khususnya tradisi slametan, dalam membentuk karakter dan spiritualitas individu. Fokus utama dari buku ini adalah bagaimana nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi slametan diintegrasikan dalam konteks pendidikan agama Kristen, serta tantangan yang muncul dalam mengharmoniskan ajaran Kristen dengan praktik budaya lokal yang masih kental dalam kehidupan masyarakat Jawa, khususnya di Desa Purwodadi, Kabupaten Gunung Kidul.
Buku ini dimulai dengan menjelaskan hakikat PAK, yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai moral, etika, dan spiritualitas berdasarkan ajaran Alkitab. Pembahasan dilanjutkan dengan analisis terhadap unsur-unsur penting dalam PAK, seperti pemahaman teologis, pengembangan spiritualitas pribadi, dan pembentukan karakter yang sesuai dengan teladan Yesus Kristus. Kemudian, buku ini menghubungkan aspek-aspek tersebut dengan tradisi slametan, yang memiliki nilai-nilai religius, moral, dan sosial yang penting bagi masyarakat Jawa.
Dalam konteks tradisi slametan, buku ini menggali bagaimana masyarakat Jawa memandang slametan sebagai sarana untuk memperkuat hubungan dengan Tuhan dan sesama, serta menjaga keharmonisan sosial dan budaya. Tradisi ini dipandang sebagai bagian integral dari kehidupan masyarakat yang memberikan makna lebih dalam pada setiap peristiwa penting seperti kelahiran, pernikahan, dan kematian.
Melalui pendekatan interdisipliner, buku ini menyoroti ketegangan yang sering terjadi antara ajaran agama Kristen dan tradisi budaya lokal. Beberapa pandangan yang muncul, baik yang menerima penggabungan antara kekristenan dan tradisi lokal maupun yang menolak budaya lokal sebagai bagian dari agama Kristen, dijelaskan dengan mendalam. Buku ini juga mengkritisi bagaimana gereja-gereja di Jawa sering kali mengalami dilema dalam mengintegrasikan budaya lokal ke dalam praktik kekristenan, dan bagaimana hal ini berdampak pada identitas masyarakat Kristen di Jawa.
Di akhir buku, pembaca diajak untuk merenungkan pentingnya membangun jembatan antara nilai-nilai agama Kristen dan budaya lokal. Penulis mengusulkan cara-cara untuk menginternalisasi nilai-nilai tradisi slametan ke dalam pendidikan agama Kristen yang dapat memperkaya pengalaman iman masyarakat, tanpa mengorbankan keaslian ajaran Alkitab.
Buku ini cocok bagi akademisi, pendidik, dan praktisi gereja yang tertarik pada topik pendidikan agama Kristen, budaya lokal, serta hubungan antara agama dan kebudayaan di Indonesia. Dilengkapi dengan analisis yang tajam dan contoh konkret, buku ini menjadi referensi yang relevan untuk menggali lebih dalam mengenai dinamika keagamaan di masyarakat Indonesia.