Description
Penulis: Muhaemin
viii + 130.
15,5 x 23
Buku ini mengupas secara mendalam bagaimana warisan aristokrasi Soppeng, salah satu daerah bersejarah di Sulawesi Selatan, terus hidup dan memengaruhi dinamika politik lokal hingga hari ini. Simbol-simbol elit tradisional seperti gelar, silsilah bangsawan, dan ritual adat tidak sekadar menjadi identitas budaya, melainkan juga alat legitimasi dalam kontestasi kekuasaan modern. Dengan pendekatan historis dan sosiologis, buku ini menjelaskan bagaimana elit politik lokal memanfaatkan simbol-simbol tersebut untuk membangun citra, memperkuat basis dukungan, serta mempertahankan hegemoni di tengah perubahan zaman.
Melalui studi kasus yang kaya dan analisis tajam, buku ini menyoroti peran penting narasi aristokrasi dalam pembentukan identitas politik, mobilisasi massa, dan perebutan pengaruh di ruang-ruang demokrasi lokal. Pembaca diajak untuk melihat wajah lain dari politik daerah yang kerap dibalut dalam balutan adat dan kehormatan, namun sarat dengan strategi kekuasaan yang kompleks. Buku ini penting bagi akademisi, praktisi politik, dan siapa saja yang ingin memahami pertautan antara budaya, simbol, dan kekuasaan dalam realitas politik lokal Indonesia.










