KEJAHATAN SIBER DAN TRANSNATIONAL ORGANIZED CRIME TANTANGAN BAGI INTELIJEN INDONESIA

Rp78.700

Description

Tim Penulis: Yogi Hartanto, dkk

viii + 229.

14,8 x 21

Di era ketika kehidupan manusia terhubung oleh jutaan jaringan tak kasat mata, ancaman terhadap keamanan negara tidak lagi datang dari moncong senjata atau armada militer, tetapi dari serangan senyap yang menyusup melalui kode, server, dan perangkat yang kita gunakan setiap hari. Kejahatan Siber dan Transnational Organized Crime: Tantangan bagi Intelijen Indonesia menghadirkan gambaran paling komprehensif tentang bagaimana dunia digital membentuk ulang medan tempur modern dan mendorong Indonesia memasuki babak baru pertarungan melawan kejahatan lintas negara.
Buku ini membuka mata pembaca terhadap kenyataan bahwa serangan siber bukan sekadar isu teknologi, melainkan ancaman strategis terhadap kedaulatan nasional. Dengan memanfaatkan data global, studi kasus aktual, dan analisis akademik yang mendalam, buku ini mengungkap bagaimana kelompok kriminal terorganisasi, hacktivist, hingga aktor negara memanfaatkan ruang siber untuk mencuri, memeras, memanipulasi, dan melumpuhkan sistem vital sebuah negara.
Melalui penjelajahan yang tajam, pembaca diajak memahami bagaimana kejahatan siber dan transnational organized crime kini berkonvergensi menjadi ancaman hibrida yang tidak hanya menggerogoti ekonomi, tetapi juga merusak kepercayaan publik dan melemahkan stabilitas politik. Buku ini juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi intelijen Indonesia dalam membaca pola serangan, melakukan atribusi, hingga memperkuat pertahanan digital di tengah percepatan transformasi digital nasional.
Dengan gaya narasi yang lugas dan berbasis bukti, karya ini menawarkan peta jalan strategis yang dapat menjadi rujukan penting bagi akademisi, aparat keamanan, pembuat kebijakan, serta siapa pun yang ingin memahami masa depan pertahanan negara di era siber. Buku ini tidak hanya menyajikan pengetahuan, tetapi juga membangkitkan kesadaran: bahwa di balik layar perangkat kita, sebuah perang baru tengah berlangsung—dan bangsa ini harus bersiap menghadapinya.