Description
Penulis: Suraya Mansur
vi + 289.
15,5 x 23
Petani sebagai mitra utama BMT memiliki karakteristik sosial dan kultural yang unik. Mereka tidak hanya membutuhkan akses pembiayaan, tetapi juga pendekatan komunikasi yang empatik, menghargai kearifan lokal, serta mampu menyentuh aspek kemanusiaan dan spiritualitas. Dengan komunikasi yang tepat, BMT tidak hanya hadir sebagai lembaga finansial, tetapi juga sebagai sahabat dan pendamping dalam perjalanan kehidupan petani.
Melalui buku ini, penulis berupaya mengkaji dan merumuskan model komunikasi yang efektif antara BMT dan petani, dengan menyoroti dinamika yang terjadi di lapangan, tantangan yang dihadapi, serta strategi yang dapat diterapkan. Harapannya, buku ini dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan, sekaligus menjadi panduan praktis bagi para praktisi dalam membangun komunikasi yang tidak hanya efektif, tetapi juga bernilai ibadah.










