Description
Penulis: Heni Hayat
viii + 182.
15,5 x 23
Fenomena tawuran pelajar di wilayah perkotaan merupakan persoalan sosial yang terus berulang dan menunjukkan kompleksitas yang tidak dapat dipahami hanya sebagai tindakan kenakalan remaja semata. Tawuran pelajar sering kali menjadi manifestasi dari pola komunikasi kekerasan yang terbentuk dan direproduksi dalam lingkungan sosial tertentu, khususnya dalam subkultur geng sekolah. Kekerasan tidak hanya hadir dalam bentuk fisik, tetapi juga melalui simbol, bahasa, gestur, dan praktik komunikasi yang membangun identitas kelompok serta memperkuat solidaritas internal. Melalui penelusuran pengalaman hidup para pelaku, penelitian ini mengungkap bahwa komunikasi kekerasan terbentuk dari interaksi sehari-hari yang dipengaruhi oleh tekanan sosial, relasi kuasa, kondisi keluarga, serta lingkungan sekolah dan perkotaan yang kompetitif. Bahasa provokatif, ejekan antar sekolah, simbol-simbol geng, hingga penggunaan media sosial menjadi medium penting dalam membangun dan menyebarkan narasi kekerasan. Tawuran kemudian berfungsi sebagai ruang aktualisasi identitas kolektif sekaligus mekanisme mempertahankan reputasi kelompok.










