MITIGASI BENCANA BERBASIS KEARIFAN LOKAL

Rp81.808

Category

Description

Tim Penulis: Indah Safitriani, dkk

viii + 268.

14,8 x 21

Di Indonesia, pengenalan bencana sudah beralih dari bantuan darurat menuju ke mitigasi atau preventif dan sekaligus paradigma pembangunan. Karena upaya pencegahan dan mitigasi hingga rehabilitasi dan rekonstruksinya telah diintegrasikan dalam program‐program pembangunan di berbagai sektor. Pengurangan risiko bencana merupakan rencana terpadu yang bersifat lintas sektor dan lintas wilayah yang meliputi aspek sosial, ekonomi dan lingkungan.
Bencana alam terjadi secara tiba‐tiba melalui proses yang berlangsung secara perlahan. Beberapa jenis bencana seperti gempa bumi diperkirakan secara akurat, lokasi terjadi dan besaran kekuatannya. Sedangkan beberapa bencana lainnya seperti banjir, tanah longsor, kekeringan, letusan gunung api, tsunami dan anomali cuaca masih dapat diperkirakan. Kejadian bencana memberikan dampak kejutan dan menimbulkan banyak kerugian baik jiwa maupun materi. Kejutan tersebut terjadi karena kurangnya kewaspadaan dan kesiapan dalam menghadapi ancaman bahaya.
Indikator keberhasilan dalam mitigasi bencana dapat diukur dengan adanya penurunan risiko bencana dan peningkatan tingkat kesiapsiagaan masyarakat. Evaluasi mitigasi bencana perlu dilakukan secara berkala untuk mengetahui keberhasilan program dan menentukan langkah selanjutnya. Dalam rangka meminimalisasi dampak bencana, diperlukan kesadaran dan partisipasi aktif dari masyarakat dalam pelaksanaan mitigasi bencana. Semua pihak perlu mengambil peran aktif dalam membangun masyarakat yang tangguh dan siap menghadapi bencana.