MODEL TATA KELOLA DALAM PENGEMBANGAN DESA WISATA EDUKASI Best Practice Tata Kelola Destinasi Pariwisata Pedesaan

Rp62.600

Category

Description

Penulis: Ahmad Suprastiyo, dkk

vi + 76.

15,5 x 23

Model tata kelola kolaboratif dalam pengelolaan desa wisata edukasi menerapkan proses kolaboratif antara pemangku kepentingan yang terdiri dari pemerintah, perguruan tinggi, media massa, LSM, dunia usaha, dan masyarakat lokal (hexa helix). Proses kolaboratif dalam pengelolaan destinasi wisata edukasi didasarkan pada prinsip-prinsip dialog tatap muka, membangun kepercayaan, komitmen terhadap proses, pemahaman bersama, dan hasil antara. Pengelolaan berbasis tata kelola kolaboratif memberikan perkembangan yang baik bagi destinasi wisata edukasi yang sempat terpuruk akibat pandemi Covid-19. Proses kolaborasi dilakukan melalui pertemuan rutin, komunikasi yang intens antar stakeholder, membangun kepercayaan, transparansi dalam pengelolaan, adanya dasar hukum bagi tim pengelola desa wisata, tanggap dalam menyelesaikan masalah, membangun kesepahaman antar stakeholder, koordinasi dalam berbagai kegiatan yang berdampak pada pengembangan destinasi wisata edukasi desa. Implikasi dari penelitian ini adalah pengembangan konsep kolaborasi dalam tata kelola destinasi wisata edukasi desa wisata di Indonesia.