OPTIMASI PENGAWETAN HASIL PASCA PANEN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) MELALUI PENGERINGAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI DEHIDRATOR MAKANAN

Rp66.200

Description

Penulis: Arianto Passalli Sarjono, S.T., M.T.

vi + 106.

15,5 x 23

Sinopsis Buku
Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura unggulan Indonesia yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan peran penting dalam ketahanan pangan nasional. Namun, karakteristiknya yang mudah rusak akibat kandungan air yang tinggi menjadikan penanganan pasca panen sebagai tahap krusial untuk menjaga kualitas, memperpanjang umur simpan, dan mengurangi kehilangan hasil Gosses).
Buku ini mengupas secara komprehensif strategi optimasi pengawetan bawang merah pasca panen melalui metode pengeringan berbasis teknologi dehidrator makanan modem. Pembahasan dimulai dari fisiologi dan karakteristik pasca panen bawang merah, prinsip dasar proses pengeringan, hingga analisis termodinamika dan kinetika pengumpan air pada bahan hortikultura.
Selain itu, buku ini juga menyoroti pengembangan teknologi dehidrator hemat energi dengan sistem kontrol suhu dan kelembapan yang terukur, serta pengaruh parameter pengeringan terhadap miuta fisik, kimia, dan sensori bawang merah. Disajikan pula hasil-hasil penelitian terkini tentang optimasi subu, waktu, dan aliran udara dalam proses dehidrasi, serta perbandingan dengan metode pengeringan konvensional seperti penjemuran alami dan oven statis.
Tidak hanya dirujukan bagi kalangan akademisi, buku ini juga relevan bagi praktisi pertanian, industri pengolahan hasil pertanian, dan pelaku UMKM yang ingin meningkatkan efisiensi proses pengeringan serta kualitas produk akhir bawang merah kering.
Dengan pendekatan ilmiah nanzun aplikatif, buku ini menjadi rujukan penting dalam penerapan teknologi tepat guna untuk mendukung ketahanan pangan dan peningkatan nilai tambah produk hortikultura Indonesia
Tentang Penulis
Arianto Passalli Sarjono, ST., MT. adalah dosen di Fakultas Teknik, Program Studi Teknik Industri, Universitas Teknologi Sulawesi. Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknik Mesin di Universitas Muhammadiyah Malang, dan melanjutkan studi Magister Teknik Kimia di Universitas Diponegoro. Kombinasi lintas disiplin ini membentuk dasar keilmuan yang kuat bagi Arianto dakam memahami proses konversi energi, rekayasa termal, dan efisiensi sistem industri.
Sebagai pengajar dan peneliti di bidang Teknik Industri, Arianto menaruh perhatian besar pada
pengembangan teknologi proses yang efisien dan berkelanjutan, khususnya dalam konteks perigolahan dan pengawetan hasil pertanian. Baginya, penerapan prinsip-prinsip teknik industri-seperti optimasi proses, efisiensi energi, dan manajemen sistem produksi-merupakan kunci daları meningkatkan nilai tambah produk lokal serta daya saing sektor pertanian Indonesia,
Buku ini, “Optimasi Pengawetan Hasil Pascapanen Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) melalui Pengeringsm dengan Penerapan Teknologi Dehidrator Makanan”, merupakan wujud nyata dari integrasi antara rekayasa mexin, proses kimia, dan sistern industri. Melalui pendekatan ilmiah dan aplikatif, Ariantu menghadirkan solusi inovatif dalam optinasi pengeringan bawang merah, yang tidak hanya menghensat energi, tetapi juga mempertahankan mutu produk dan memperpanjang masa simpannya.
Sebagai akademisi, Ariatito terus berkomitmen mengembangkan riset-riset terapan di bidang konversi energi dan teknologi pengawetan pangin, dengum semangat untuk menjembatani ilmu teknik dan kebutuhan nyata masyarakat. Ia percaya bahwa inovasi teknis yang tepat guna dapat menjadi jembatan antara teknologi. industri, dan ketahanan pangim nasional.