PENGELOLAAN WISATA TRABAS MELALUI INTEGRATING CIRCULAR ECONOMY

Rp70.500

Category

Description

Tim Penulis: Qristin Violinda, dkk

vi + 149.

14,8 x 21

Buku ini menyajikan konsep strategis mengenai Pengelolaan Wisata Trabas Melalui Integrating Circular Economy. Mengangkat keunikan desa sebagai pusat kegiatan pariwisata berbasis alam, terutama olahraga trabas, buku ini memberikan gambaran rinci mengenai bagaimana desa dapat menjadi destinasi wisata yang ramah lingkungan dan tetap menjaga kearifan lokal, melalui penerapan prinsip-prinsip ekonomi sirkular.
Buku ini juga menguraikan kondisi awal Desa Polosiri, yang memiliki potensi besar dalam pengembangan wisata trabas (off-road motor adventure), namun menghadapi berbagai tantangan dalam hal keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal. Disajikan juga landasan teori mengenai konsep desa wisata dan keberlanjutan, yang menjadi dasar utama dalam pengembangan ekonomi desa, mengeksplorasi potensi alam Desa Polosiri yang mendukung kegiatan wisata trabas. Berbagai jalur off-road yang alami, keindahan alam, serta budaya lokal menjadi daya tarik utama. Analisis SWOT terhadap pariwisata desa dilakukan untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan yang dihadapi.
Konsep ekonomi sirkular yang dapat diterapkan dalam pengelolaan wisata trabas di Desa Polosiri. Ekonomi sirkular berfokus pada efisiensi sumber daya dengan meminimalkan limbah, memanfaatkan kembali produk, dan menciptakan nilai tambah dari penggunaan sumber daya yang berkelanjutan. Buku ini juga menguraikan bagaimana praktik-praktik seperti daur ulang, pengelolaan limbah yang baik, dan pengembangan produk lokal yang ramah lingkungan dapat diintegrasikan ke dalam ekosistem wisata.
Langkah-langkah praktis yang dapat diambil oleh masyarakat dan pemangku kepentingan di Desa Polosiri untuk mengintegrasikan ekonomi sirkular dengan pariwisata desa. Mulai dari sistem pengelolaan limbah yang terstruktur, program edukasi lingkungan bagi wisatawan, hingga pengembangan produk-produk lokal seperti suvenir dari bahan daur ulang, semuanya bertujuan untuk meningkatkan nilai ekonomi sekaligus menjaga kelestarian alam.
Studi kasus penerapan konsep wisata berkelanjutan di Desa Polosiri. Dilengkapi dengan data dan fakta empiris, bab ini memaparkan bagaimana pendekatan ekonomi sirkular mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan dan perekonomian desa. Analisis terhadap keberhasilan dan tantangan yang dihadapi desa dalam mengimplementasikan model ini memberikan wawasan yang mendalam bagi pembaca yang tertarik untuk menerapkan konsep serupa di wilayah lain.
Buku ini menawarkan rekomendasi kebijakan bagi pemerintah daerah, LSM, serta pelaku pariwisata dalam mendorong pengembangan wisata berbasis ekonomi sirkular yang berkelanjutan. Fokus utama adalah pemberdayaan masyarakat lokal, di mana masyarakat menjadi aktor utama dalam menjaga lingkungan sekaligus mengembangkan potensi ekonomi mereka melalui partisipasi aktif dalam sektor pariwisata.